Chapnews – Nasional – Presiden terpilih Prabowo Subianto menyerukan pentingnya menjaga semangat nasionalisme sebagai fondasi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pernyataan tegas ini disampaikan Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat (10/4), dalam acara penyerahan dana sebesar Rp11,4 triliun yang berhasil ditagih dari denda administratif kehutanan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
Dalam pidatonya yang penuh sorotan, Prabowo mengutip pemikiran mendalam dari sosiolog dan ekonom terkemuka, Max Weber, yang tertuang dalam karyanya ‘The Spirit of Capitalism’. "Weber menyatakan bahwa karakteristik pertumbuhan ekonomi modern tidaklah berjalan dengan sendirinya, atau not self-sustained," ujar Prabowo, mengutip langsung. "Pertumbuhan ekonomi, atau growth, justru distimulasi dan dipertahankan oleh nasionalisme. Ini adalah pandangan dari ‘mbahnya kapitalis’, gurunya para kapitalis, yang mengajarkan demikian," tegasnya, menekankan relevansi pemikiran tersebut.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara yang lahir dari perjuangan heroik, harus senantiasa memelihara dan menguatkan semangat kebangsaan. "Bagaimana mungkin kita, sebuah negara pejuang yang merebut kemerdekaan dengan tetesan darah, keringat, dan air mata, justru mengabaikan semangat nasionalisme kita?" tanyanya retoris, membakar semangat hadirin.
Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh jajaran untuk memilih berada di pihak yang benar, yang memperjuangkan keadilan dan kepentingan rakyat Indonesia, bukan sebaliknya. "Kita harus tegaskan posisi kita: di pihak yang lurus, adil, dan membela rakyat, atau di pihak koruptor, manipulator, penipu, penyelundup, dan mereka yang berani menertawakan kedaulatan NKRI," tandasnya. Ia menyoroti kasus-kasus di mana keputusan Mahkamah Agung tak kunjung dieksekusi selama bertahun-tahun, serta pengusaha yang terus melakukan penambangan ilegal meski izinnya telah dicabut pemerintah delapan tahun lalu. "Mereka seolah menertawakan Republik Indonesia, meludahi pengorbanan para pahlawan, dan tidak menghormati NKRI," kecam Prabowo.
Menutup pidatonya, Prabowo memberikan instruksi tegas kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. "Saya perintahkan Jaksa Agung, tegakkan hukum. Jika ada pihak yang tidak kooperatif, pidanakan! Kita tidak boleh ragu-ragu dan tidak gentar menghadapi mereka," pungkasnya, menunjukkan komitmen kuat terhadap penegakan hukum tanpa pandang bulu.


