Oleh Feby Novalius, Jurnalis – Senin, 13 April 2026 | 16:04 WIB
Chapnews – Ekonomi – JAKARTA – Di tengah gejolak harga minyak global dan ketidakpastian pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang terus membayangi, Indonesia mengambil langkah strategis dengan mempercepat pembangunan ekosistem baterai nasional. Fokus utama adalah hilirisasi nikel, sebuah inisiatif krusial untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus mengakselerasi transisi dari ketergantungan energi fosil menuju kedaulatan energi baru, atau yang dikenal sebagai battery sovereignty.

Situasi energi global yang bergejolak saat ini semakin mengukuhkan urgensi pengembangan rantai pasok kendaraan listrik (EV) berbasis nikel di Tanah Air. Mordekhai Aruan, Head of External Relations Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), menegaskan bahwa kebutuhan ini telah menjadi prioritas utama dalam beberapa tahun terakhir. "Urgensi pembangunan supply chain EV berbasis nikel di Indonesia sebetulnya telah terasa cukup tinggi sejak 2-3 tahun terakhir, sejalan dengan peta jalan dekarbonisasi yang telah ditetapkan pemerintah untuk mewujudkan visi Net Zero Emission 2060," ujar Mordekhai, Senin (14/4/2026).
Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai pengekspor bahan mentah, kini secara progresif bergerak menuju penguatan industri bernilai tambah melalui program hilirisasi. Nikel, yang dulunya hanya dianggap komoditas tambang, kini bertransformasi menjadi material strategis yang vital bagi industri baterai dan kendaraan listrik global, membuka peluang besar bagi posisi Indonesia di pasar dunia.
Langkah strategis ini juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya telah menyampaikan empat prioritas utama dalam Asta Cita Presiden Prabowo, yang meliputi kemandirian pangan, kemandirian energi, penyediaan makanan bergizi, serta hilirisasi industri. Percepatan ekosistem baterai nikel secara langsung mendukung pilar kemandirian energi dan hilirisasi industri, menjadikan Indonesia pemain kunci dalam revolusi energi hijau global.


