Ads - After Header

BEI Sepi IPO Awal 2026: Menko Airlangga Ungkap Dalangnya!

Ahmad Dewatara

BEI Sepi IPO Awal 2026: Menko Airlangga Ungkap Dalangnya!

Chapnews – Ekonomi – Kondisi pasar modal Indonesia di awal tahun 2026 menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, terutama terkait aktivitas pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Senin (27/4/2026) mengungkapkan bahwa lesunya gairah IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) tak lepas dari bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi. Fenomena ini menjadi sorotan serius mengingat peran strategis pasar modal sebagai salah satu pilar utama dalam pembiayaan ekspansi usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, Airlangga menekankan harapannya agar pasar modal dapat terus menjadi alternatif utama bagi perusahaan-perusahaan yang ingin mencari pendanaan. Ia menegaskan bahwa melalui mekanisme IPO, perusahaan dapat memperoleh modal yang dibutuhkan untuk melakukan ekspansi bisnis, yang pada gilirannya diharapkan dapat mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. "Kami berharap pasar modal bisa menjadi alternatif pencarian dana dalam bentuk IPO. Saat ini, dengan ketidakpastian global, aktivitas IPO juga cukup tertekan," ujar Airlangga, mengutip pernyataan resminya.

BEI Sepi IPO Awal 2026: Menko Airlangga Ungkap Dalangnya!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menyikapi gejolak global, Airlangga juga menyoroti pentingnya peran pasar domestik sebagai ‘bantalan’ atau shock absorber bagi perekonomian nasional. Ia berharap investor lokal memiliki kapasitas untuk menopang indeks saham ketika terjadi arus keluar dana asing yang masif. "Tentu kemampuan domestic market ini menjadi shock absorber yang baik. Kami berharap dengan reformasi pasar modal, integritas meningkat, dan pasar modal benar-benar menjadi mesin investasi berskala besar," tambahnya, menggarisbawahi visi pemerintah terhadap pasar modal yang tangguh.

Data menunjukkan gambaran yang kontras antara awal tahun 2026 dengan periode sebelumnya. Pada kuartal I 2026, tercatat tidak ada satu pun perusahaan yang berhasil melantai di BEI melalui IPO. Kondisi ini sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan kuartal I 2025, di mana menurut data dari laman idx.co.id, delapan perusahaan sukses melakukan IPO. Beberapa di antaranya adalah YOII yang IPO pada 8 Januari 2025, disusul KSIX, HGII, dan BRRC pada 9 Januari 2025. Kemudian, pada 13 Januari, OBAT, CBDK, dan DGWG resmi tercatat, serta berlanjut pada Maret dengan emiten KAQI, MINE, dan YUPI.

Perlambatan aktivitas IPO ini menjadi indikator bahwa sentimen pasar masih berhati-hati di tengah ketidakpastian global. Pemerintah, melalui Menko Airlangga, terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar pasar modal dapat kembali bergairah dan menjalankan fungsinya secara optimal sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer