Chapnews – Nasional – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi hingga kini masih memberikan perawatan intensif kepada 17 korban luka-luka akibat insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa tragis yang terjadi beberapa waktu lalu ini menyisakan duka mendalam, dengan belasan korban masih berjuang memulihkan diri di fasilitas kesehatan.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kota Bekasi, Sudirman, mengungkapkan bahwa dari total 17 pasien yang dirawat, sebelas di antaranya merupakan warga Kabupaten Bekasi. Ia merinci berbagai keluhan yang mendominasi para pasien tersebut. "Rata-rata mengeluhkan nyeri pada berbagai organ tubuh, terutama mereka yang mengalami patah tulang, cedera pada wajah, perut, hingga tulang iga," jelas Sudirman kepada wartawan pada Kamis (30/4).

Sudirman menegaskan bahwa pihak rumah sakit saat ini memprioritaskan penanganan bagi korban dengan tingkat luka yang tergolong serius. Bahkan, tiga pasien dijadwalkan menjalani operasi pada hari yang sama. "Tentu saja, perawatan intensif diberikan kepada mereka yang kondisinya berat. Pasien dengan luka ringan sudah kami izinkan pulang," tambahnya.
Proses pemantauan medis di ruang perawatan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari ke depan untuk memastikan pemulihan berjalan optimal. Sudirman memperkirakan, pasien pasca-operasi membutuhkan waktu rawat inap lebih lama, sekitar satu hingga dua minggu. Sementara itu, bagi pasien yang hanya memerlukan observasi tanpa tindakan bedah, masa perawatan diperkirakan sekitar lima hingga tujuh hari.
Insiden nahas ini sendiri terjadi pada Senin (27/4) malam, melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan tersebut sebelumnya dilaporkan menelan korban jiwa sebanyak 16 orang, meninggalkan catatan kelam dalam sejarah transportasi kereta api di Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kondisi korban dapat diakses melalui chapnews.id.

