Rupiah Anjlok, Tahu di Depok Mengecil Drastis!
Chapnews – Ekonomi – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencapai titik kritis, menembus angka Rp18.000. Dampak langsungnya kini terasa hingga ke dapur-dapur produksi tahu di Depok, Jawa Barat, di mana para perajin terpaksa menyusutkan ukuran produk mereka hingga 2 sentimeter sebagai strategi bertahan.

Kenaikan harga kedelai impor menjadi pemicu utama. Sebelumnya, harga bahan baku vital ini berkisar di angka Rp9.000 per kilogram, namun kini telah melonjak drastis mencapai sekitar Rp10.900 per kilogram. Lonjakan hampir 20% ini tentu saja memukul telak margin keuntungan para produsen tahu, yang mayoritas adalah usaha kecil dan menengah.
Di sentra produksi tahu kawasan Pasir Putih, Depok, para pekerja dan pemilik usaha terlihat berupaya keras menyeimbangkan neraca. Salah satu strategi yang diambil adalah mengurangi dimensi tahu. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir untuk menghindari kenaikan harga jual yang signifikan, yang dikhawatirkan akan memberatkan konsumen dan menurunkan daya beli di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Para pelaku industri tahu mengakui bahwa ketergantungan tinggi terhadap pasokan kedelai impor menempatkan mereka pada posisi yang sangat rentan. Fluktuasi nilai tukar rupiah dan gejolak harga komoditas global secara langsung mengancam keberlanjutan usaha mereka. Kondisi ini menambah beban berat bagi perajin dalam mempertahankan operasional di tengah meningkatnya biaya produksi yang tak terhindarkan.
Untuk mendapatkan informasi terkini dan analisis mendalam seputar perkembangan ekonomi dan dampaknya terhadap sektor riil, ikuti terus kanal WhatsApp Chapnews.id.

