Chapnews – Ekonomi – Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), secara resmi memaparkan rencana strategisnya untuk memenuhi ketentuan minimum kepemilikan saham publik atau free float yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan ini diwajibkan untuk meningkatkan porsi saham yang beredar di masyarakat dari posisi saat ini 7,62%, menjadi minimal 12,5% paling lambat pada 31 Maret 2027, dan selanjutnya 15% pada tahun 2028.
Direktur PGUN, Tamlikho, mengungkapkan bahwa manajemen bersama pemegang saham pengendali (PSP) tengah menyusun skema pelepasan saham ke pasar domestik secara terstruktur. Langkah ini diambil untuk menutup defisit sekitar 4,88% yang dibutuhkan untuk mencapai target awal free float.

"Untuk memenuhi sisa kekurangan sekitar 4,88 persen pada tahap awal, Perseroan bersama pemegang saham pengendali telah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan porsi kepemilikan publik secara bertahap dan terukur, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar serta kepentingan seluruh pemegang saham," ujar Tamlikho dalam acara Pubex Live 2026, Selasa (9/6/2026).
Manajemen PGUN menegaskan bahwa upaya pemenuhan batas minimum porsi saham publik ini bukan sekadar kepatuhan administratif terhadap regulasi BEI. Lebih dari itu, langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar modal dan meningkatkan likuiditas saham di kalangan investor. Dengan demikian, PGUN menunjukkan komitmennya untuk beradaptasi dengan dinamika pasar dan regulasi yang berlaku.


