Chapnews – Ekonomi – Di tengah gejolak nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa kondisi tersebut belum memberikan dampak berarti terhadap progres pembangunan di IKN. Pernyataan ini sekaligus menepis kekhawatiran akan terhambatnya proyek strategis nasional tersebut.
"Belum. Belum ada (keluhan). Belum ada eskalasinya," tegas Basuki saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis lalu. Ia menjelaskan bahwa hingga kini, belum ada kontraktor atau pihak pelaksana proyek yang mengajukan keluhan atau permintaan penyesuaian harga (eskalasi) akibat fluktuasi mata uang.

Menurut Basuki, prosedur penyesuaian harga atau eskalasi dalam kontrak proyek biasanya mengacu pada kebijakan nasional, terutama dalam kondisi kahar (force majeure) berskala nasional. "Sampai saat ini, kondisi kahar nasional yang bisa memicu eskalasi harga belum terjadi, sehingga kami tetap berpegang pada kesepakatan kontrak awal," imbuhnya, menegaskan komitmen OIKN.
Lebih lanjut, Basuki juga memberikan jaminan terkait ketersediaan logistik dan pasokan bahan material di lapangan. Ia memastikan bahwa suplai material untuk pembangunan IKN masih dalam kondisi stabil dan mencukupi, sehingga tidak ada kendala berarti yang dapat menghambat laju pekerjaan. (Sumber foto: chapnews.id)


