Ads - After Header

MPR Pasang ‘VAR’ di Cerdas Cermat! Jamin Tak Ada Polemik Lagi!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Jakarta – Setelah sempat diwarnai kontroversi penilaian yang memicu permohonan maaf publik, Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) bergerak cepat melakukan pembenahan signifikan pada Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar. Sistem penilaian kini diperkuat dengan mekanisme mirip Video Assistant Referee (VAR) dalam sepak bola, menjanjikan kompetisi yang lebih transparan dan objektif mulai tahun 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, atau akrab disapa Titi, mengungkapkan bahwa inovasi ini menjadi salah satu pilar utama perbaikan. "Dalam kejuaraan LCC sekarang ada sistem monitoring. Apabila ada permasalahan atau ketidaksepahaman dalam penilaian, kita bisa melihat rekam ulangnya," jelas Titi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/6). Mekanisme ini memungkinkan dewan juri dan panitia meninjau kembali momen krusial melalui rekaman video, mirip dengan cara wasit sepak bola menggunakan VAR untuk memastikan keputusan yang adil di lapangan.

MPR Pasang 'VAR' di Cerdas Cermat! Jamin Tak Ada Polemik Lagi!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tak hanya itu, MPR RI juga memperketat aspek teknis lainnya. Seluruh dewan juri kini diwajibkan menggunakan headphone monitor selama perlombaan. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap jawaban peserta dapat terdengar dengan sangat jelas, meminimalkan potensi kesalahan interpretasi atau penilaian yang bias. Selain itu, keterlibatan juri daerah juga akan ditingkatkan, memperkaya perspektif dan objektivitas penilaian.

Guna menambah semarak dan ruang ekspresi bagi peserta, penyelenggaraan LCC Empat Pilar juga menghadirkan kategori penghargaan baru: Apresiasi Yel-Yel Terbaik. Kategori ini tidak sekadar menilai semangat, namun juga kreativitas dalam memadukan unsur budaya daerah, nasionalisme, serta penggunaan bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing secara harmonis. "Yel-yel ini sekarang kami nilai dengan harapan para peserta menampilkan kreasi yang berbau kedaerahan, nasional, dan internasional," terang Titi. Pada LCC tingkat Provinsi Kalimantan Tengah baru-baru ini, apresiasi yel-yel terbaik diberikan kepada SMAN 1 Pangkalan Bun, SMAN 1 Kuala Kurun, dan SMAN 1 Buntok di babak penyisihan. Titi berharap kategori ini dapat dipertahankan hingga grand final di Jakarta.

Perbaikan menyeluruh ini bukanlah tanpa alasan. Sebelumnya, LCC Empat Pilar MPR RI sempat menjadi sorotan nasional akibat polemik dalam final tingkat Provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. Insiden tersebut terjadi ketika dewan juri memberikan nilai berbeda untuk jawaban yang sama persis. Peserta dari SMAN 1 Pontianak yang menjawab lebih dulu justru mendapat nilai -5, sementara SMAN 1 Sambas yang memberikan jawaban serupa kemudian, justru diganjar nilai 10. Kejadian ini memantik gelombang kritik publik dan memaksa MPR RI menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui chapnews.id.

Dengan serangkaian inovasi dan pembenahan ini, MPR RI berharap LCC Empat Pilar ke depan dapat berjalan lebih transparan, objektif, dan akuntabel, serta menjadi ajang yang benar-benar menguji pemahaman dan semangat kebangsaan generasi muda tanpa bayang-bayang kontroversi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer