Chapnews – Ekonomi – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan langkah tegas pemerintah menutup sekitar 240 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terus merugi. Keputusan ini, menurutnya, berhasil menghemat anggaran negara hingga triliunan rupiah. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Prabowo menjelaskan, saat awal menjabat sebagai presiden, ia terkejut mengetahui jumlah BUMN yang mencapai lebih dari seribu entitas. "Sekarang kita sudah tutup kurang lebih 240. Tidak ada yang untung, rugi terus," tegasnya, menyoroti kondisi keuangan perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut yang dinilai tidak produktif.

Langkah penutupan ini merupakan bagian krusial dari upaya pemerintah mereformasi tata kelola BUMN yang dinilai terlalu banyak dan membebani keuangan negara. Presiden secara khusus menyoroti beban gaji direksi dan komisaris yang fantastis, bahkan untuk BUMN yang terus-menerus merugi.
"Seorang direksi atau komisaris bisa menerima gaji hingga Rp50 juta per bulan atau lebih," ungkap Prabowo. Ia menambahkan, mirisnya, remunerasi besar tersebut tetap mengalir meskipun perusahaan tidak menghasilkan keuntungan dan justru menggerogoti kas negara. Situasi ini, lanjutnya, menjadi salah satu alasan utama mengapa penataan ulang BUMN menjadi prioritas.
Dengan penutupan ratusan BUMN yang tidak efisien dan terus merugi ini, pemerintah berhasil menciptakan penghematan anggaran yang sangat signifikan. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperbaiki efisiensi dan akuntabilitas pengelolaan aset negara, tetapi juga mengalihkan sumber daya ke sektor-sektor yang lebih produktif demi kesejahteraan rakyat. Informasi lebih lanjut mengenai dampak kebijakan ini dapat ditemukan di chapnews.id.


