Chapnews – Ekonomi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Kementerian Keuangan terus mengintensifkan pembahasan skema pemberian insentif fiskal, khususnya fasilitas tax holiday, bagi dua investor asing yang siap membangun ekosistem baterai kendaraan listrik di Tanah Air. Pertemuan penting antara perwakilan ESDM dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) baru-baru ini menjadi sorotan utama dalam upaya percepatan proyek strategis ini.
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Erani Yustika, mengungkapkan bahwa insentif tersebut direncanakan untuk diberikan kepada Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC), yang terlibat dalam "Proyek Dragon" di Karawang. Proyek ini digadang-gadang akan menjadi tulang punggung industri baterai kendaraan listrik nasional.

Erani Yustika menjelaskan, inti pembahasan dengan DJP berpusat pada interpretasi atas keputusan Menteri Keuangan terkait pemberian tax holiday. "Ada beberapa perubahan [dalam keputusan tersebut], dan ini menyangkut penggunaan tahun [periode insentif]. Hal ini diajukan oleh proyek Dragon yang berlokasi di Karawang," terang Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, baru-baru ini.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keselarasan pemahaman antara DJP, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan ESDM. "Perlu ada kesepahaman antara DJP, BKPM, dan ESDM untuk memastikan apakah Proyek Dragon, termasuk CATL dan beberapa joint venture (JVC) di dalamnya, dapat memenuhi syarat untuk memperoleh fasilitas tax holiday tersebut," imbuhnya.
Pemberian insentif fiskal ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk menarik investasi besar dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik. Sektor ini dianggap krusial bagi masa depan industri otomotif dan energi bersih di Indonesia. Kehadiran investor kaliber CATL diharapkan tidak hanya mempercepat transfer teknologi dan menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai global.

