Chapnews – Nasional – Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini melontarkan pernyataan yang menyentuh sekaligus memancing perenungan mendalam. Dalam sebuah acara peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Bekasi, Kamis (13/8), Prabowo mengakui bahwa sebagian besar rakyat Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Namun, ada satu hal yang membuatnya terheran-heran: kemampuan mereka untuk tetap tersenyum di tengah keterbatasan.
"Rakyat kita masih banyak yang miskin," ujar Prabowo. "Yang luar biasa, rakyat kita yang paling miskin pun masih bisa tersenyum. Mungkin bajunya hanya satu, satu setel. Rumahnya hanya gubuk, makanya saya tidak mengerti, masih bisa tersenyum." Fenomena ini, menurut Prabowo, bukan sekadar kebetulan, melainkan cerminan dari sifat asli bangsa Indonesia: keramahan yang telah mendarah daging, bahkan disebutnya sebagai bagian dari DNA.

Sayangnya, keramahan yang menjadi identitas bangsa ini kadang disalahartikan. Prabowo menyoroti bagaimana sifat ini kerap dianggap sebagai kelemahan oleh bangsa lain, menjadikan Indonesia sebagai ‘soft state’. "Kita kadang-kadang lambat untuk menyadari apa yang terjadi di sekitar kita dan di kita," tambahnya, mengisyaratkan potensi kerentanan akibat kurangnya kewaspadaan.
Lebih lanjut, Prabowo menyuarakan keprihatinannya atas eksploitasi sumber daya alam Indonesia yang telah berlangsung terlalu lama. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam yang seharusnya dinikmati oleh seluruh rakyat justru kerap diambil, diselundupkan, dan tidak memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan nasional. Tantangan ini, bersama dengan berbagai rintangan lain, terus membayangi Indonesia yang tengah berupaya lepas landas menuju status negara maju.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara juga menekankan pentingnya pembelajaran sejarah bagi generasi muda. "Kaum muda, belajarlah sejarah. Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah," pesannya. Ia mengingatkan bahwa pemahaman akan perilaku bangsa-bangsa lain terhadap Indonesia adalah kunci agar tidak terus-menerus menjadi korban di kancah global.
Indonesia, lanjut Prabowo, adalah bangsa yang ditakdirkan majemuk. Dengan keberagaman suku, agama, dan bahasa daerah yang melimpah, keunikan Indonesia terletak pada kemampuannya untuk hidup rukun dan tentram. "Itu yang banyak bangsa merasa heran dengan kita," pungkasnya, menggarisbawahi keajaiban persatuan di tengah perbedaan yang seringkali membuat bangsa lain takjub.


