Ads - After Header

Gempa NTT M 7,7: Korban Tewas Bertambah, Jalur Darat Reo Terbuka!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Labuan Bajo – Operasi pencarian dan pertolongan pasca-gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Tim SAR Gabungan berhasil membuka kembali akses jalan darat menuju wilayah Reo di Kabupaten Manggarai yang sebelumnya terputus akibat longsor. Di tengah upaya tersebut, jumlah korban tewas akibat bencana ini dilaporkan bertambah menjadi 48 orang, naik satu jiwa dari data sebelumnya, sementara 64 lainnya mengalami luka-luka.

Memasuki hari kedua operasi SAR, Minggu (16/8), fokus pencarian diperluas ke dua kawasan utama: Kota Mbay di Kabupaten Nagekeo, yang merupakan pusat gempa, dan wilayah Reo di Kabupaten Manggarai. Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus koordinator misi SAR, Fathur Rahman, mengonfirmasi keberhasilan pembukaan jalur vital tersebut.

Gempa NTT M 7,7: Korban Tewas Bertambah, Jalur Darat Reo Terbuka!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Tim rescue Pos SAR Manggarai Barat yang bertugas di wilayah Manggarai Timur per pukul 06.00 WITA telah berhasil mengakses jalur darat di wilayah Reo yang sebelumnya terdampak longsor. Dengan terbukanya akses ini, pencarian dapat diperluas menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan pertolongan lebih lanjut," jelas Fathur dalam keterangan resminya yang diterima chapnews.id.

Berdasarkan pendataan sementara yang telah diverifikasi per pukul 08.30 WITA, total 112 orang terdampak bencana ini. Rinciannya meliputi 48 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan. Angka ini, yang bersifat dinamis, terus diperbarui oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur potensi SAR setempat.

Selain korban jiwa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melaporkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Tercatat 157 unit rumah mengalami rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan. Fasilitas umum juga tidak luput dari dampak gempa, dengan 87 unit mengalami kerusakan total. Kerusakan tersebut meliputi 18 unit fasilitas kesehatan, 5 unit tempat ibadah, 6 unit kantor, serta fasilitas umum lainnya.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan dan memperoleh informasi hanya dari sumber-sumber resmi guna menghindari kepanikan dan berita hoaks.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer