Chapnews – Ekonomi – Sektor transportasi publik di kawasan Jabodebek menunjukkan geliat positif yang signifikan, menandakan pergeseran pola mobilitas masyarakat menuju pilihan yang lebih efisien dan terintegrasi. Data terbaru dari LRT Jabodebek mengungkapkan lonjakan jumlah pengguna yang mencapai angka fantastis. Tercatat, selama periode Januari hingga Juli 2026, LRT Jabodebek telah melayani total 19.079.347 penumpang. Angka ini merupakan peningkatan impresif sebesar 21% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025, di mana jumlah pengguna mencapai 15.772.638 orang.
Pertumbuhan masif ini tidak hanya terfokus pada hari kerja, tetapi juga merata hingga akhir pekan, menunjukkan semakin luasnya penetrasi LRT Jabodebek dalam aktivitas harian warga. Rata-rata harian pengguna LRT Jabodebek pada hari kerja untuk periode Januari-Juli 2026 melonjak tajam menjadi 115.126 penumpang per hari, naik 21% dari 94.903 penumpang per hari pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, antusiasme masyarakat pada akhir pekan juga meningkat substansial, yakni 14%, dari 40.554 menjadi 46.305 penumpang per hari.

"Peningkatan jumlah pengguna, baik di hari kerja maupun akhir pekan, mengindikasikan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi pilihan utama dalam mobilitas harian masyarakat," terang Radhitya Mardika, Manager of Public Relations LRT Jabodebek, di Jakarta pada Kamis (27/8/2026), seperti dikutip dari chapnews.id. Ia menambahkan, "Oleh karena itu, kami terus berupaya menyelaraskan layanan dengan kebutuhan perjalanan, mencakup aspek operasional hingga kemudahan akses bagi para pengguna agar pengalaman perjalanan semakin optimal."
Sebaran pertumbuhan pengguna juga terlihat di berbagai stasiun vital yang dilayani LRT Jabodebek. Perbandingan data Januari-Juli 2026 dengan periode yang sama tahun 2025 menunjukkan kenaikan signifikan di beberapa titik:
- Stasiun Kampung Rambutan mencatat lonjakan tertinggi sebesar 46%, dari 319.954 pengguna di tahun 2025 menjadi 465.783 pengguna di tahun 2026.
- Stasiun Ciracas mengalami peningkatan 28%, dari 422.908 menjadi 539.906 pengguna.
- Stasiun Rasuna Said tidak kalah menarik dengan kenaikan 27%, dari 871.321 menjadi 1.105.918 pengguna.
- Stasiun Cikoko dan Setiabudi masing-masing tumbuh 25%. Cikoko dari 1.248.421 menjadi 1.554.620 pengguna, dan Setiabudi dari 592.408 menjadi 741.107 pengguna.
Distribusi pertumbuhan yang merata ini menegaskan bahwa LRT Jabodebek telah berhasil mengintegrasikan diri dalam ekosistem perjalanan masyarakat. Dengan konektivitas antarmoda yang semakin baik, LRT Jabodebek berperan krusial dalam menghubungkan berbagai kawasan, mulai dari pusat perkantoran, institusi pendidikan, area perdagangan, hingga sentra aktivitas lainnya. Ini menjadikan perjalanan lebih efisien, terjangkau, dan berkelanjutan bagi jutaan warga Jabodebek, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara di ibu kota dan sekitarnya.


