Chapnews – Ekonomi – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau kembali memicu kekhawatiran setelah sebaran abu vulkaniknya dilaporkan meluas secara signifikan. Lima provinsi di Indonesia, meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu, kini merasakan dampaknya, memaksa penutupan enam bandar udara untuk sementara waktu demi menjamin keamanan penerbangan.
Informasi terkini yang dirilis oleh AirNav Indonesia melalui pembaruan aeronautika mengonfirmasi gangguan serius terhadap ruang udara dan operasional penerbangan di sejumlah bandara. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memperkuat temuan ini, menunjukkan pola penyebaran abu vulkanik yang menjangkau wilayah-wilayah strategis di bagian barat Indonesia.

Meski demikian, status Gunung Anak Krakatau sendiri masih ditetapkan pada Level III atau Siaga. Tingkat kewaspadaan ini menjadi faktor krusial dalam setiap keputusan yang diambil terkait pembaruan informasi aeronautika dan kelayakan operasional penerbangan di area terdampak.
Merujuk pada Notice to Airmen (NOTAM) terkini, keenam bandar udara yang terdampak dipastikan masih berstatus ditutup (closed). Estimasi penutupan diperkirakan berlangsung hingga Senin, 7 September 2026, pukul 08.59 WIB, dengan prioritas utama pada keselamatan seluruh pihak, baik kru penerbangan maupun penumpang. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas terkait melalui chapnews.id dan sumber terpercaya lainnya.

