Ads - After Header

Gas Bukan Cuma Dibakar! Ini Rahasia Ekonomi RI Melejit!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Gas bumi, yang selama ini seringkali hanya dipandang sebagai komoditas energi untuk diperjualbelikan, ternyata menyimpan potensi ekonomi yang jauh melampaui sekadar bahan bakar. Di balik setiap molekulnya, gas adalah pendorong vital bagi roda perekonomian nasional, berfungsi sebagai bahan baku krusial bagi beragam sektor industri. Mantan Kepala Divisi Monetisasi Gas SKK Migas, Sampe Purba, menegaskan bahwa gas memiliki karakteristik unik yang menjadikannya aset strategis bagi kemajuan ekonomi Indonesia.

Berbicara di Jakarta pada Rabu (9/9/2026), Sampe Purba menjelaskan bahwa keberadaan gas dalam volume yang memadai dan harga yang kompetitif mampu menciptakan dampak berantai di berbagai sektor. "Gas itu unik. Bukan sekadar komoditas untuk dijual, melainkan juga fondasi ekonomi yang kuat," ujarnya, menekankan bahwa nilai tambah gas jauh lebih besar saat dimanfaatkan sebagai bahan baku.

Gas Bukan Cuma Dibakar! Ini Rahasia Ekonomi RI Melejit!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bagaimana ketersediaan gas bumi yang melimpah telah memicu pertumbuhan pesat industri hilir dan industri pemanfaat gas, menciptakan nilai tambah signifikan di wilayah tersebut. Sampe Purba mengidentifikasi setidaknya tiga pilar utama yang dapat merasakan manfaat strategis dari pemanfaatan gas bumi secara optimal.

Pertama, gas berperan penting dalam memperluas akses energi bagi masyarakat luas. Di lingkup rumah tangga, gas dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak melalui jaringan gas kota (jargas). Sementara itu, di sektor transportasi, gas alam terkompresi (CNG) menjadi alternatif bahan bakar yang efisien untuk kendaraan komersial. Pembangunan dan perluasan infrastruktur gas, menurut Sampe, akan membuka lebih banyak pilihan sumber energi yang terjangkau bagi publik.

Manfaat yang tak kalah besar, bahkan lebih strategis, terlihat jelas di sektor industri. Gas merupakan elemen esensial dalam berbagai proses manufaktur, mulai dari industri pupuk, petrokimia, keramik, kaca, baja, pengolahan makanan, tekstil, pulp dan kertas, hingga pembangkit listrik mandiri (captive power). Ketersediaan gas dengan harga yang bersaing menjadi kunci vital untuk menjaga keberlanjutan dan meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.

"Gas tidak boleh hanya dipandang sebagai bahan bakar untuk turbin atau boiler," tegas Sampe. "Lebih dari itu, gas berfungsi sebagai bahan baku (feedstock) yang mengubah bahan mentah menjadi produk dengan nilai tambah yang jauh lebih tinggi." Ini berarti, semakin banyak gas yang diolah sebagai bahan baku industri, semakin besar peluang Indonesia untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, dan menciptakan lapangan kerja.

Selain itu, peran strategis gas juga merambah sistem kelistrikan. Gas berfungsi sebagai sumber energi yang fleksibel, krusial untuk menjaga stabilitas pasokan listrik saat pembangkit energi terbarukan mengalami fluktuasi akibat kondisi cuaca. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, kapasitas pembangkit listrik tenaga gas diproyeksikan mencapai sekitar 10,3 GW. Sampe Purba meyakini bahwa posisi ini menjadikan gas sebagai elemen penting dalam mendukung transisi energi, khususnya sebagai pelengkap andal bagi pembangkit energi terbarukan yang produksinya bergantung pada alam.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer