Ads - After Header

Terungkap! Koperasi Bakal Jadi Jantung Bioetanol RI

Ahmad Dewatara

Chapnews – Ekonomi – Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan merancang skema koperasi guna memperkokoh rantai pasok bahan baku untuk industri bioetanol di tingkat nasional. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan jembatan yang kuat antara para petani, yang berperan sebagai penyedia material mentah, dengan fasilitas pengolahan bioetanol yang akan menyerap hasil produksi mereka secara berkelanjutan.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa pengembangan sektor bioetanol sangat bergantung pada sinergi yang erat antara sektor pertanian dan industri pengolahan. Menurut Todotua, para petani memerlukan jaminan pasar yang stabil untuk hasil panen mereka, sementara di sisi lain, industri membutuhkan suplai bahan baku yang memadai dan tidak terputus.

Terungkap! Koperasi Bakal Jadi Jantung Bioetanol RI
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Dengan skema ini, masyarakat luas juga dapat berpartisipasi aktif dalam penanaman komoditas bahan baku," jelas Todotua dalam keterangan resminya baru-baru ini. Ia menambahkan, "Konsep koperasi yang kami usung akan menjadikan koperasi sebagai sentra utama pengumpulan bahan baku. Sementara itu, fasilitas pengolahan bioetanol akan berfungsi sebagai pihak penyerap atau offtaker yang menjamin penyerapan hasil produksi."

Lebih lanjut, Todotua memaparkan bahwa skema ini merupakan elemen krusial dalam upaya membangun ekosistem industri bioetanol yang terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Kehadiran koperasi akan memungkinkan konsolidasi hasil pertanian dari masyarakat, sehingga proses penyaluran ke fasilitas pengolahan menjadi lebih efisien dan terstruktur. Ia juga menekankan bahwa pengembangan bioetanol secara signifikan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam penyediaan bahan baku.

Indonesia, dengan kekayaan agrikulturnya, memiliki beragam komoditas yang sangat potensial untuk dijadikan bahan baku bioetanol, di antaranya tebu, singkong, dan sorgum. Todotua menggarisbawahi bahwa inisiatif pengembangan bioetanol ini memiliki relevansi kuat dengan empat agenda strategis nasional: penguatan ketahanan energi, akselerasi hilirisasi industri, percepatan transisi energi, dan peningkatan ketahanan ekonomi.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer