Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Pusat perbelanjaan megah Senayan City, yang berdiri kokoh di jantung Ibu Kota, seringkali memancing rasa penasaran publik mengenai siapa sebenarnya dalang di balik kemegahannya. Jawabannya mengarah pada PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), sebuah entitas properti raksasa yang dikomandani oleh sosok berpengaruh, Trihatma Kusuma Haliman.
Trihatma Kusuma Haliman bukanlah nama baru di jagat properti Tanah Air. Ia merupakan generasi penerus kepemimpinan kelompok usaha Agung Podomoro, yang tonggak awalnya diletakkan oleh sang ayah, Anton Haliman. Di bawah arahan Trihatma, APLN tidak hanya mengembangkan dan mengelola Senayan City sebagai salah satu ikon pusat perbelanjaan premium di Jakarta Pusat, tetapi juga memperluas jejak bisnisnya secara signifikan.

Cikal bakal bisnis properti ini bermula pada tahun 1969, ketika Anton Haliman mendirikan perusahaan yang menjadi fondasi Agung Podomoro. Sejak saat itu, di tangan Trihatma, perusahaan bertransformasi menjadi konglomerat properti dengan portofolio yang sangat beragam. Mulai dari pengembangan kawasan superblok terintegrasi, pusat perbelanjaan modern, gedung perkantoran, apartemen mewah, hingga hotel dan resor berkelas.
Selain Senayan City yang menjadi ikon, APLN juga dikenal melalui proyek-proyek komersial prestisius lainnya. Sebut saja Central Park dan Thamrin City, yang turut memperkaya lanskap properti perkotaan di Indonesia. Untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi bisnisnya, APLN mengambil langkah strategis dengan melantai di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010.
Berdasarkan data kepemilikan saham yang tersedia di Bursa Efek Indonesia, PT Indofica dan Trihatma Kusuma Haliman sendiri tercatat sebagai pemegang saham utama di entitas dengan kode saham APLN tersebut. Hal ini menegaskan dominasi dan pengaruh Trihatma dalam mengendalikan arah bisnis salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia ini, sekaligus menjawab rasa penasaran publik mengenai sosok di balik kemegahan Senayan City.

