Ads - After Header

Strategi Baru Selamatkan Industri Tekstil

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Sektor manufaktur padat karya di Indonesia, khususnya industri tekstil dan alas kaki, kini tengah menjadi pusat perhatian pemerintah. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) bersama Badan Pengelola Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) secara resmi menyatakan komitmennya untuk turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh pada sektor ini. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat fondasi industri nasional, mulai dari penyediaan bahan baku di tingkat hulu hingga produk jadi di tingkat hilir.

Upaya ini bukan tanpa alasan. Industri tekstil dan sepatu nasional saat ini sedang berada di bawah tekanan hebat akibat persaingan pasar global yang semakin tidak menentu. Serbuan produk impor dengan harga yang jauh lebih murah menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan pabrik-pabrik dalam negeri. Oleh karena itu, Danantara dan BP BUMN berupaya merumuskan langkah pemulihan yang konkret agar industri padat karya ini tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bangkit kembali dan bersaing di kancah internasional.

Strategi Baru Selamatkan Industri Tekstil
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2024, kedua sektor ini sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan yang moderat. Industri tekstil mencatatkan nilai yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp203,95 triliun. Sementara itu, industri alas kaki menyumbang angka sebesar Rp49,24 triliun. Kontribusi sektor tekstil terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pun masih berada di angka yang stabil, yakni berkisar antara 0,97% hingga 0,99%. Meski angka tersebut terlihat positif, tantangan di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh lebih kompleks.

Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa penguatan daya saing adalah harga mati. Menurutnya, penguatan dari hulu ke hilir sangat krusial agar produsen lokal tidak kalah telak oleh negara-negara kompetitor yang memiliki efisiensi produksi lebih tinggi. "Kami berkomitmen penuh untuk memastikan industri tekstil dan sepatu kita memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi persaingan global yang sangat ketat," ungkap Dony dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Dalam berbagai diskusi yang dilakukan bersama para pelaku usaha, terungkap bahwa masalah yang dihadapi bukan sekadar masalah pasar, melainkan masalah struktural. Para pemilik pabrik mengeluhkan tingginya beban biaya produksi yang harus ditanggung setiap harinya. Selain itu, terdapat kendala pada sistem kerja yang belum optimal serta inefisiensi dalam struktur pembiayaan operasional. Masalah-masalah mendasar inilah yang kemudian menjadi fokus utama pemerintah untuk segera dibenahi melalui intervensi kebijakan dan dukungan investasi yang lebih tepat sasaran. Melalui sinergi antara Danantara dan BP BUMN, diharapkan industri manufaktur Indonesia dapat kembali menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang tangguh.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer