Ads - After Header

Solusi Atasi Kesenjangan Skill Tenaga Kerja

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan dengan kebutuhan riil di dunia industri kini menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa sinergi yang kuat melalui konsep link and match adalah kunci utama untuk mengatasi masalah ketidaksesuaian keterampilan tenaga kerja di Indonesia.

Fokus utama dalam upaya penyelarasan ini menyasar pada sektor spesifik yang memiliki potensi pertumbuhan sangat tinggi, yakni bidang Heating, Ventilation, Air Conditioning, and Refrigeration (HVAC-R) atau sistem tata udara dan pendingin. Menurut Yassierli, sektor ini sedang berada dalam tren positif seiring dengan perkembangan teknologi bangunan modern.

Solusi Atasi Kesenjangan Skill Tenaga Kerja
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kebutuhan akan teknisi di bidang HVAC-R diprediksi akan terus melonjak. Hal ini didorong oleh tren pembangunan gedung pintar (smart building) dan bangunan ramah lingkungan (green building) yang kini semakin masif," ujar Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Selain tren bangunan, ia juga menyoroti pentingnya sektor rantai dingin (cold chain) yang menjadi tulang punggung distribusi pangan dan logistik di Indonesia. Kebutuhan akan sistem pendingin yang mumpuni sangat krusial untuk menjaga kualitas komoditas, sehingga permintaan terhadap tenaga ahli di bidang ini tidak akan pernah surut.

Namun, Yassierli menyadari adanya tantangan besar, yakni adanya jarak antara apa yang diajarkan di bangku kuliah dengan apa yang dibutuhkan oleh pabrik atau industri di lapangan. Ia menekankan bahwa kolaborasi nyata adalah satu-satunya jalan keluar untuk mencetak tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui secara global.

Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong terciptanya kerja sama tripartit yang melibatkan dunia industri, asosiasi profesi, dan lembaga pendidikan tinggi. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan PT Panasonic Gobel Indonesia, Asosiasi Perusahaan Teknik Pendingin dan Tata Udara (APITU) Indonesia, serta Universitas Darma Persada (UNSADA).

Program kolaborasi ini dirancang secara komprehensif, mulai dari program peningkatan keterampilan (upskilling), pelaksanaan riset terapan, hingga penyediaan fasilitas pusat pelatihan (training center). Selain itu, mahasiswa juga akan diberikan kesempatan untuk mengikuti program magang industri agar mereka merasakan langsung atmosfer kerja yang sesungguhnya.

Melalui skema ini, diharapkan lulusan perguruan tinggi tidak hanya dibekali dengan pemahaman teori dasar, tetapi juga mampu menguasai standar teknologi terbaru, prinsip efisiensi energi, hingga pemahaman terhadap regulasi lingkungan yang ketat. Dengan demikian, penyerapan tenaga kerja akan berjalan lebih efektif dan lulusan siap bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer