Chapnews.id – Kabar kurang sedap datang dari pasar pangan nasional. Memasuki pekan terakhir bulan Oktober, masyarakat harus bersiap merogoh kocek lebih dalam untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, terjadi tren kenaikan harga yang signifikan pada berbagai komoditas pangan pokok di sejumlah wilayah.
Lonjakan harga ini tidak hanya menyasar satu atau dua jenis bahan makanan saja, melainkan merambat ke hampir seluruh kelompok kebutuhan utama, mulai dari bumbu dapur, sumber karbohidrat, hingga protein hewani. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.

Komoditas yang mencatatkan kenaikan paling ekstrem adalah cabai rawit merah. Bahan pangan yang menjadi primadona di dapur ini mengalami lonjakan harga yang sangat fantastis, yakni mencapai 47 persen. Saat ini, harga cabai rawit merah telah menyentuh angka Rp152.950 per kilogram. Tak jauh berbeda, bawang merah juga mengalami kenaikan tajam sebesar 42,8 persen, sehingga kini dibanderol dengan harga Rp53.050 per kilogram.
Bumbu dapur lainnya pun tak luput dari badai kenaikan. Bawang putih terpantau naik sebesar 25,06 persen ke level Rp48.150 per kilogram. Selain itu, varian cabai lainnya seperti cabai merah besar dan cabai merah keriting juga mengalami kenaikan di kisaran 21 hingga 22 persen, yang membuat harga per kilogramnya kini menembus angka Rp90 ribu hingga Rp100 ribu lebih.
Sektor karbohidrat, khususnya beras, juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Kenaikan harga terjadi di seluruh tingkatan kualitas beras. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing naik sekitar 9 hingga 10 persen. Sementara itu, pada segmen beras medium, kenaikan terlihat lebih tinggi yakni di angka 10,81 persen untuk kualitas medium I dan 10,94 persen untuk kualitas medium II. Bahkan, beras kualitas super pun tidak kebal dari fluktuasi ini dengan kenaikan rata-rata di atas 6 persen.
Kenaikan harga juga merambah ke kelompok protein yang menjadi sumber nutrisi utama keluarga. Harga daging ayam ras segar melonjak sebesar 23,4 persen menjadi Rp50.100 per kilogram. Kondisi serupa terjadi pada telur ayam ras segar yang kini dijual dengan harga Rp33.500 per kilogram setelah mengalami kenaikan sebesar 12,98 persen.
Fenomena kenaikan harga serentak ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya angka inflasi pangan. Masyarakat kini dituntut untuk lebih bijak dalam mengatur pengeluaran rumah tangga agar stabilitas ekonomi keluarga tetap terjaga di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok di pasar.

