Ads - After Header

Skandal Repacking Beras SPHP Terbongkar

Ahmad Dewatara

Chapnews.id – Praktik kecurangan dalam distribusi pangan subsidi kembali mencuat ke permukaan. Perum Bulog secara resmi berhasil membongkar aksi ilegal pengemasan ulang atau repacking beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang terjadi di wilayah Jakarta Timur. Ironisnya, pelaku dalam kasus ini bukanlah pihak luar, melainkan seorang mitra resmi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa terduga pelaku berinisial RH merupakan seorang wiraswasta yang memiliki peran strategis. RH diketahui terdaftar secara resmi sebagai pemilik Rumah Pangan Kita (RPK), sebuah jaringan ritel yang bekerja sama dengan Bulog untuk menyalurkan komoditas pangan ke masyarakat dengan harga terjangkau.

Skandal Repacking Beras SPHP Terbongkar
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kasus ini mulai terendus setelah pihak Bulog menerima laporan mengenai adanya aktivitas mencurigakan di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Berdasarkan informasi tersebut, ditemukan adanya oknum yang secara ilegal mengubah kemasan beras SPHP yang seharusnya diperuntukkan bagi konsumsi rumah tangga menjadi kemasan besar berukuran 50 kilogram. Tindakan ini diduga dilakukan untuk tujuan komersial tertentu yang merugikan program pemerintah.

Dalam upaya mengungkap kebenaran, Ahmad Rizal menjelaskan bahwa tim Bulog bergerak cepat melakukan investigasi lapangan. Salah satu kunci keberhasilan pengungkapan ini adalah melalui pelacakan kendaraan pengangkut. "Setelah menerima informasi dari Kapolres, kami segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami siapa oknum yang terlibat. Kami berhasil mengidentifikasi nomor polisi truk yang digunakan untuk mengangkut beras tersebut," ujar Rizal dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (29/10/2026).

Setelah mendapatkan data plat nomor kendaraan, tim Bulog melakukan penelusuran mendalam ke kantor Bulog wilayah DKI Jakarta. Langkah investigasi ini diperkuat dengan pemeriksaan rekaman kamera CCTV di lokasi serta audit terhadap dokumen surat jalan yang mencatat setiap pergerakan keluar-masuk stok beras.

Hasil audit internal menunjukkan sebuah pola yang cukup rapi. Berdasarkan data pemasaran, beras yang disalahgunakan tersebut ternyata dibeli melalui aplikasi resmi Klik SPHP. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan celah dalam sistem distribusi digital yang sudah berjalan.

"Kami menemukan bahwa oknum tersebut membeli beras melalui program Klik SPHP. Jadi, jika dilihat dari proses pembelian awalnya, semuanya tampak sesuai dengan prosedur yang berlaku. Namun, penyimpangan terjadi setelah barang tersebut diterima," tegas Rizal.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh mitra RPK dan distributor pangan di seluruh Indonesia. Bulog menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk manipulasi terhadap program subsidi pangan yang bertujuan untuk membantu masyarakat kecil. Pihak Bulog kini tengah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti temuan ini agar memberikan efek jera bagi pelaku serupa di masa mendatang. Melansir laporan dari chapnews.id, pengawasan terhadap distribusi beras SPHP akan diperketat guna memastikan bantuan pangan sampai ke tangan konsumen dalam kemasan dan harga yang tepat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer