Chapnews.id – Pergerakan pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tren negatif yang cukup signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (29/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat hingga terperosok ke level 5.098. Penurunan ini mencatat angka yang cukup tajam, yakni sebesar 184,25 poin atau setara dengan kontraksi 3,49 persen dibandingkan sesi sebelumnya.
Kondisi ini mencerminkan sentimen negatif yang melanda pasar, di mana mayoritas saham mengalami aksi jual. Berdasarkan data penutupan, tercatat sebanyak 653 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 104 saham yang mampu bertahan di zona hijau. Di sisi lain, terdapat 206 saham yang bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga yang berarti. Volume transaksi yang terjadi cukup besar, mencapai nilai Rp11,1 triliun dengan total 22,5 miliar saham yang berpindah tangan selama sesi perdagangan berlangsung.

Tidak hanya IHSG yang merosot, sejumlah indeks utama lainnya juga menunjukkan performa yang memprihatinkan. Indeks LQ45, yang menjadi acuan saham-saham berkapitalisasi besar, harus rela turun 4,48 persen ke level 515. Fenomena serupa juga terjadi pada Indeks Jakarta Islamic Index (JII) yang terkoreksi 4,04 persen ke level 291. Selain itu, indeks IDX30 dan MNC36 juga tidak luput dari tekanan, masing-masing turun sebesar 4,49 persen ke level 289 dan 4,43 persen ke level 228.
Dampak pelemahan ini terlihat merata di seluruh sektor industri. Seluruh indeks sektoral dilaporkan berada di zona merah, yang menandakan tidak adanya sektor yang mampu menjadi penopang indeks saat ini. Sektor energi, konsumsi non-siklikal, infrastruktur, hingga properti semuanya mengalami penurunan. Bahkan, sektor teknologi, kesehatan, transportasi, industri, hingga keuangan juga ikut terseret dalam arus pelemahan pasar yang masif ini.
Meski pasar secara keseluruhan sedang lesu, terdapat beberapa saham yang justru tampil kontras dengan mencatatkan kenaikan signifikan. Saham DIRE Ciptadana Properti Perhotelan Padjajaran menjadi salah satu yang paling mencolok dengan lonjakan harga sebesar 28,40 persen ke level Rp104. Selain itu, PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) juga berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 24,86 persen ke posisi Rp4.420. Tak ketinggalan, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) turut menguat tajam sebesar 24,85 persen ke level Rp1.055.
Kondisi pasar yang sedang mengalami tekanan berat ini menuntut para investor untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi. Pergerakan indeks yang turun drast-drastis menunjukkan adanya ketidakpastian ekonomi atau perubahan sentimen pasar yang perlu dipantau secara ketat dalam beberapa hari ke depan.


