Chapnews – Ekonomi – Kabar gembira datang dari Wall Street! Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis (8/5/2025) setelah AS dan Inggris resmi menyepakati perjanjian dagang baru. Kesepakatan ini disambut antusias oleh pasar dan memicu optimisme akan gelombang perjanjian dagang serupa di masa mendatang.
Dow Jones Industrial Average mencatatkan kenaikan 0,6% hingga mencapai angka 41.368,57. S&P 500 juga ikut menguat sebesar 0,58%, menembus angka 5.663,95. Kenaikan paling signifikan terjadi pada indeks NASDAQ Composite yang melesat 1,07% hingga mencapai 17.928,14.

Presiden Trump menyebut kesepakatan ini sebagai "yang pertama dari negara lain," menunjukkan bahwa kesepakatan ini menjadi contoh bagi negara-negara lain untuk menjalin kerja sama dagang dengan AS. "Ini sangat konklusif dan kami pikir semua pihak akan senang," ujar Trump, seperti dikutip chapnews.id dari Investing pada Jumat (9/5/2025). Ia menambahkan, "Banyak negara ingin membuat kesepakatan, dan banyak pula yang kecewa karena kami memilih Inggris lebih dulu."
Dalam kesepakatan tersebut, tarif impor 10% untuk barang-barang dari Inggris tetap berlaku di AS. Namun, sebagai bagian dari kesepakatan, Inggris setuju untuk menurunkan bea masuknya dari 5,1% menjadi 1,8%, sekaligus memberikan akses yang lebih luas bagi produk-produk AS untuk masuk ke pasar Inggris. Lebih lanjut, impor baja dan aluminium dari Inggris akan dibebaskan dari tarif 25% yang sebelumnya diberlakukan AS.
"Kesepakatan ini membuka pasar yang luar biasa bagi kita," tegas Trump. Kesepakatan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya, pada bulan April, Trump sempat mengumumkan tarif balasan terhadap beberapa mitra dagang utama AS, sebelum akhirnya memberikan pengecualian selama 90 hari menyusul kritik yang meluas.



