Chapnews – Ekonomi – Jawa Timur (Jatim) bersiap untuk mengucapkan selamat tinggal pada tabung LPG 3 kg. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tengah berlomba membangun jaringan gas (jargas) rumah tangga secara besar-besaran. Langkah ini diklaim sebagai solusi efektif mengurangi ketergantungan pada subsidi impor LPG dan menciptakan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Target ambisius PGN adalah penyelesaian sekitar 59.000 sambungan rumah (SR) baru pada periode 2025-2026, fokus utama di Surabaya dan Gresik. Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyatakan dukungan penuhnya terhadap proyek ini. "Jargas merupakan sumber energi yang lebih berkelanjutan dan membantu pemerintah menekan subsidi elpiji," tegas Emil dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/5/2025).

Lebih dari sekadar angka, proyek ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Dengan tambahan hampir 60.000 sambungan baru, masyarakat Jatim tak perlu lagi repot mengantre dan membeli tabung gas LPG. Gas bumi akan tersalur langsung ke rumah masing-masing, praktis dan efisien.
Pemprov Jatim berperan aktif mempermudah perizinan dan memprioritaskan program jargas. Komitmen ini juga termasuk upaya menertibkan penggunaan energi yang tidak ramah lingkungan, khususnya di area yang sudah teraliri jargas. Keberhasilan proyek ini pun selaras dengan cita-cita kemandirian energi nasional, sejalan dengan visi swasembada energi menuju Net Zero Emission 2060. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan komitmen PGN, mimpi Jatim bebas LPG nampaknya semakin dekat.



