Chapnews – Nasional – Sebuah insiden pengeroyokan yang melibatkan anggota TNI dan anggota Brimob Polda Papua, Ipda A, serta sejumlah warga sipil di Gorontalo menghebohkan jagat maya. Peristiwa yang terjadi di sekitar Mapolres Gorontalo pada Rabu (4/6) malam ini diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras (miras).
Informasi yang dihimpun chapnews.id dari Kepala Penerangan Korem 133/Nani Wartabone, Kapten Inf Suyono, menyebutkan bahwa insiden bermula dari kesalahpahaman terkait sebuah sepeda motor yang menghalangi jalan. Anggota TNI yang saat itu tengah menumpang bentor (becak motor) meminta agar sepeda motor tersebut dipindahkan. Namun, permintaan tersebut justru memicu reaksi keras dari Ipda A yang diduga dalam pengaruh miras, hingga terjadilah pengeroyokan.

Tak hanya Ipda A, sekitar tujuh warga sipil juga turut serta dalam aksi pengeroyokan tersebut. Mereka baru menghentikan aksi brutalnya setelah menyadari korban merupakan anggota TNI. Akibat kejadian ini, anggota TNI tersebut mengalami luka lebam dan telah melaporkan kasus ini ke Polres Gorontalo.
Kapten Suyono menegaskan bahwa isu motif asmara yang beredar adalah tidak benar. "Tidak ada motif asmara. Kasus ini sudah dilaporkan korban ke Polres Gorontalo," tegasnya. Saat ini, pihak terkait berupaya untuk mempertemukan anggota TNI dan Ipda A guna mediasi dan penyelesaian secara kekeluargaan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Gorontalo, Desmont Harjendro, saat dikonfirmasi chapnews.id terkait kejadian ini mengaku belum mengetahui detail peristiwa dan meminta konfirmasi langsung ke Kapolres. Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap seluruh fakta dan kronologi kejadian.



