Chapnews – Nasional – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengeluarkan ancaman tegas bagi warga penerima bantuan sosial (bansos) yang terbukti terlibat dalam perjudian online. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Pramono di Ex-Taman Anggrek, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (26/7). "Bansos ini diperuntukkan bagi warga yang benar-benar membutuhkan. Jika terbukti terlibat judi online, bantuannya akan dialihkan," tegasnya.
Langkah tegas ini diambil setelah Pemprov DKI berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), Dinas Sosial, serta Inspektorat. Kerjasama ini diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama PPATK dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) pada Rabu lalu, sebagai upaya pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Pramono menekankan pentingnya pemanfaatan dana bansos sesuai peruntukannya, untuk memenuhi kebutuhan pokok dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari praktik ilegal, serta melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan bansos.
Pemprov DKI berkomitmen untuk terus memperbarui data penerima bansos secara berkala demi memastikan penyaluran yang adil dan tepat sasaran. Data dari PPATK menunjukkan fakta mengejutkan: sepanjang 2024, tercatat 602.419 warga Jakarta terlibat judi online dengan total transaksi mencapai Rp3,12 triliun. Yang lebih mengkhawatirkan, 15.033 di antaranya merupakan penerima bansos. Langkah Gubernur ini diharapkan mampu memberikan efek jera dan memastikan bantuan sosial benar-benar sampai kepada yang berhak.



