Chapnews – Nasional – Aduan menggemparkan jagat maya datang dari seorang pemuda di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, yang secara blak-blakan menuding ayahnya sendiri sebagai pengedar narkoba. Lebih lanjut, pemuda tersebut disinyalir menyebut sang ayah mendapat perlindungan dari oknum aparat kepolisian. Merespons informasi yang viral ini, Polres Seruyan langsung bergerak cepat dengan memerintahkan penyelidikan menyeluruh.
Pemuda yang identitasnya dirahasiakan ini awalnya menyampaikan aduannya kepada Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) Kalteng. Ia membeberkan dugaan keterlibatan ayahnya dalam peredaran narkoba, lengkap dengan tudingan adanya bekingan dari oknum kepolisian. Namun, setelah aduan tersebut dan sempat bertemu dengan pihak BNN Provinsi Kalteng, pemuda itu memilih untuk tidak melanjutkan laporannya secara resmi ke kepolisian.

Menurut informasi yang dihimpun chapnews.id, keputusan pemuda tersebut untuk mengurungkan niatnya melapor diduga karena tekanan hebat. Bahkan, ia dilaporkan sempat mengalami tindakan kekerasan fisik dari anak buah ayahnya dan menerima ancaman pembunuhan.
Menanggapi aduan yang menggemparkan publik ini, Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi menyatakan pihaknya tidak akan tinggal diam. "Menindaklanjuti isu yang viral, saya langsung perintahkan untuk melaksanakan penyelidikan kebenarannya, dilengkapi dengan surat perintah tugas," ujar AKBP Beddy kepada chapnews.id pada Selasa (17/2).
Penyelidikan serius ini, lanjut Beddy, telah dipercayakan kepada Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Seruyan. Ia menekankan bahwa setiap informasi yang diterima akan ditangani dengan sangat serius dan profesional.
"Saat ini proses penyelidikan masih berjalan dan anggota kami sedang melakukan pendalaman serta pengumpulan bahan keterangan dari berbagai pihak terkait," tambahnya. AKBP Beddy juga menegaskan komitmen kuat Polri untuk tidak mentolerir segala bentuk penyalahgunaan narkoba, baik yang melibatkan masyarakat umum maupun aparat penegak hukum. "Kami tegaskan bahwa Polri tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran. Apabila ditemukan adanya keterlibatan oknum, akan diproses secara tegas. Kami tidak pandang bulu," tegasnya.
Sementara itu, Ketua GDAN Kalteng, Ririn Binti, membenarkan adanya aduan dari pemuda tersebut. Ririn menuturkan, pemuda itu mengaku melihat langsung dua oknum aparat dari Polres Seruyan yang diduga melindungi ayahnya dalam bisnis haram narkoba. Bahkan, pengakuan mengejutkan datang saat pemuda itu sempat menyaksikan oknum aparat tersebut mengonsumsi sabu-sabu bersama ayahnya.
Ririn menambahkan, pemuda itu memiliki tekad kuat untuk membongkar praktik kotor ayahnya karena tidak ingin moral masyarakat rusak akibat penyalahgunaan narkoba yang merajalela.
Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian terkait dugaan serius ini. Namun, GDAN Kalteng menyatakan kesiapannya untuk mempertanggungjawabkan setiap fakta dan informasi yang mereka peroleh dari aduan tersebut.



