Ads - After Header

Badai Maut Surabaya: Gondola Berayun, Pekerja Tewas!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kota Surabaya diguncang oleh terjangan cuaca ekstrem pada Senin, 2 Maret, yang membawa serta hujan deras dan embusan angin kencang. Dampaknya sungguh memilukan: puluhan pohon bertumbangan, empat struktur bangunan mengalami kerusakan signifikan, dan yang paling tragis, satu nyawa melayang dalam sebuah insiden kerja yang mengerikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya segera merilis data terkait skala kerusakan. Linda Novanti, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, mengungkapkan bahwa sebaran pohon tumbang akibat amukan badai ini meluas hingga ke 17 wilayah kecamatan. "Wilayah terdampak mencakup area yang luas, mulai dari Tambaksari, Tegalsari, Asem Rowo, Gubeng, Sawahan, Bubutan, Wonokromo, Gunung Anyar, Mulyorejo, Krembangan, Bulak, Sukolilo, Sambikerep, Genteng, Tenggilis Mejoyo, Rungkut, hingga Benowo," jelas Linda pada Senin petang, seperti dikutip dari chapnews.id.

Badai Maut Surabaya: Gondola Berayun, Pekerja Tewas!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Sebanyak 57 pohon yang roboh tersebut, menurut Linda, memiliki diameter bervariasi antara 40 hingga 60 sentimeter. Faktor pemicu utamanya adalah kombinasi dahsyat antara kecepatan angin yang tinggi dan kondisi pohon-pohon yang sudah berusia tua. Tim petugas telah sigap diterjunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi dan perantingan di setiap lokasi terdampak.

Selain pohon, empat bangunan juga dilaporkan mengalami kerusakan. Lokasi-lokasi tersebut berada di Gunung Anyar, Bubutan, Genteng, dan Sukomanunggal. BPBD menyatakan bahwa penanganan kerusakan bangunan ini sedang dikoordinasikan secara intensif dengan perangkat kelurahan setempat untuk memastikan pemulihan yang cepat.

Namun, sorotan utama tragedi ini jatuh pada insiden maut yang terjadi di Gedung Apartemen Ascott, kawasan Pakuwon Mall. Seorang pekerja dikonfirmasi tewas setelah mengalami kecelakaan kerja fatal.

Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Dua orang pekerja tengah menjalankan tugas pembersihan kaca dinding gedung apartemen, menggunakan alat bantu gondola yang tergantung pada struktur bangunan. Tanpa diduga, kondisi cuaca mendadak memburuk drastis. Hujan turun dengan intensitas sangat tinggi disertai sapuan angin kencang yang membuat gondola berayun tak terkendali di ketinggian, menjebak kedua pekerja dalam situasi genting.

Upaya penyelamatan segera dilancarkan. Tim internal Pakuwon Mall bergerak cepat, didukung penuh oleh BPBD serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya yang mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Kepala Bidang Pemadaman DPKP Kota Surabaya, M Rokhim, membenarkan adanya korban jiwa. "Satu orang meninggal dunia," tegas Rokhim. Korban tewas diidentifikasi sebagai Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru. Sementara itu, rekan kerjanya, Ribut Boediyanto (56), yang juga warga Tambak Wedi Baru, berhasil diselamatkan namun mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan intensif di RS William Booth. Jenazah Eddy Suparno masih dalam proses pemeriksaan inafis untuk penyelidikan lebih lanjut.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer