Ads - After Header

Bandar Narkoba ‘Boy’ Setor Rp1,8 M ke Eks Kapolres, Kini Diburu!

Ahmad Dewatara

Chapnews – Nasional – Kepolisian Republik Indonesia kembali mengintensifkan perburuan terhadap Hamid alias Boy, seorang bandar narkoba kelas kakap yang diduga kuat menyetorkan uang senilai Rp1,8 miliar kepada mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Bersamaan dengan itu, status Daftar Pencarian Orang (DPO) juga diterbitkan untuk Satriawan alias Awan, kurir sabu, serta Ko Andre alias ‘The Doctor’, otak di balik pelarian bandar narkoba lain, Ko Erwin.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkapkan bahwa Boy, yang lahir di Bima pada 31 Desember 1977, pernah menyerahkan uang pengamanan sebesar Rp1,8 miliar kepada AKBP Didik. Penyerahan dana tersebut, menurut Eko, dilakukan melalui perantara eks Kasat Narkoba Polres Bima Kota, AKP Maulangi, dalam rentang waktu Juni hingga November di tahun sebelumnya. "Uang atensi" tersebut diserahkan di Uma Lengge, sebuah rumah khas Bima yang berlokasi di lingkungan Mapolres Bima Kota. Informasi mengenai keterlibatan Boy terkuak setelah penyidik memeriksa tersangka Maulangi.

Bandar Narkoba 'Boy' Setor Rp1,8 M ke Eks Kapolres, Kini Diburu!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Saat ini, tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah gencar melakukan pencarian dan pengejaran terhadap Hamid alias Boy dan Satriawan alias Awan. Berdasarkan surat DPO yang dikeluarkan, Boy memiliki ciri-ciri fisik tinggi sekitar 171 cm, berbadan gemuk, rambut hitam bergelombang, kulit sawo matang, mata bulat, muka lonjong, dan alis tebal. Sementara itu, Satriawan digambarkan dengan tinggi 160 cm, memiliki satu gigi atas ompong di bagian depan, kulit putih, rambut pendek beruban yang agak botak, serta luka besar di kaki.

Selain kedua DPO tersebut, Bareskrim juga menerbitkan DPO untuk Ko Andre alias ‘The Doctor’. Sosok ini diduga kuat berperan penting dalam membantu rencana pelarian bandar narkoba Koh Erwin ke Malaysia melalui jalur laut ilegal. Brigjen Eko Hadi Santoso menambahkan, Ko Andre diketahui memiliki jaringan peredaran narkoba yang luas di wilayah Riau. Modus operandi Ko Andre meliputi distribusi sabu, happy water, hingga vape etomidate dengan merek Ferrari dan Lamborghini. Narkotika jenis ini, jelas Eko, diselundupkan melalui jalur laut dari Malaysia menuju Dumai, Riau. Untuk sabu, pengiriman seringkali memanfaatkan kargo, disamarkan dalam boneka, atau dibungkus rapi dalam kotak kado. Kepolisian berkomitmen penuh untuk membongkar tuntas jaringan narkoba ini dan menangkap semua pihak yang terlibat.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer