Chapnews – Nasional – Lebih dari 20 ribu ton bantuan kemanusiaan belum dapat menjangkau korban banjir bandang di Aceh akibat akses yang terputus. Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengungkapkan bahwa kendala utama penyaluran bantuan adalah infrastruktur yang rusak parah.
Banjir bandang dan tanah longsor telah menyebabkan banyak jalan dan jembatan putus, serta jalanan tertimbun lumpur setinggi lebih dari satu meter. Kondisi ini menghambat pergerakan truk pengangkut bantuan, sehingga penyaluran harus dilakukan secara manual dengan membentuk rantai manusia di beberapa daerah.

Murthalamuddin menambahkan, penumpukan bantuan terjadi di beberapa wilayah seperti Banda Aceh, Pidie, dan Bireuen, sementara daerah lain masih kekurangan pasokan. Hal ini disebabkan jembatan penghubung antara Bireuen dan Aceh Utara yang putus.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh lembaga dan pihak yang ingin menyalurkan bantuan agar berkoordinasi dengan posko tanggap darurat. Koordinasi ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan bantuan dapat didistribusikan secara merata dan efektif kepada seluruh korban banjir yang membutuhkan.



