Chapnews – Nasional – Sebuah kasus dugaan malpraktik menghebohkan publik. Seorang balita berinisial J diduga menjadi korban kelalaian medis oleh seorang dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pihak RSCM telah mengkonfirmasi bahwa pasien J memang dirawat di rumah sakit tersebut dan kasus ini telah dilaporkan ke Majelis Disiplin Profesi (MDP). "RSCM menghormati dan akan mengikuti proses pemeriksaan terhadap dokter P yang akan dilaksanakan di MDP dan menunggu hasil dari pemeriksaan tersebut," ujar Humas RSCM, Yogi Friando, dalam keterangan tertulisnya.
Kasus ini bermula ketika orang tua J, Adam Harits, Co-Founder Gem Research International Laboratory, membawa anaknya ke RSCM pada Agustus 2024 untuk pemeriksaan rehabilitasi medik karena J mengalami kesulitan mengonsumsi MPASI dan sering muntah. Setelah melalui serangkaian rujukan, J diperiksa oleh seorang dokter senior di RSCM, berinisial P, pada Oktober 2024. Yang mengejutkan, dokter P langsung menyarankan prosedur endoskopi tanpa pemeriksaan fisik menyeluruh terhadap J. Adam mengaku keberatan dan mempertanyakan urgensi tindakan tersebut, namun dokter P justru mendesaknya untuk meminjam uang jika diperlukan.

Endoskopi pertama dilakukan pada November 2024, dan hasilnya menunjukkan GERD yang parah. Namun, kondisi J justru memburuk setelahnya. Meskipun menjalani kontrol rutin, J kembali sering muntah, bahkan lebih parah dari sebelumnya. Pemeriksaan lanjutan menyarankan pemasangan selang untuk nutrisi, namun dokter P justru menyalahkan orang tua J atas kondisi tersebut.
Endoskopi kedua dilakukan pada Desember 2024. Kondisi J semakin memburuk, mengalami peradangan usus. Dokter P diduga melakukan dilatasi usus tanpa sepengetahuan orang tua J, dan menjelaskan kondisi tersebut sebagai akibat bakteri H. pylori pada orang tua J. Kondisi J terus memburuk hingga akhirnya harus dilarikan ke PICU karena diduga mengalami kebocoran usus. Operasi darurat dilakukan dan mengkonfirmasi adanya kebocoran usus. J mengalami sepsis berat, gagal jantung, paru, dan ginjal, serta harus menjalani cuci darah selama 72 jam. Total, J menjalani perawatan intensif selama kurang lebih 40 hari di RSCM, termasuk empat kali operasi. Kasus ini kini tengah diselidiki oleh MDP, dan publik menantikan hasil investigasi untuk memastikan keadilan bagi balita malang tersebut.



