Chapnews – Nasional – Proses belajar mengajar di Sumatera Utara dan Sumatera Barat dilaporkan telah berjalan 100%, meski masih jauh dari kata ideal. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa sebagian siswa masih harus mengikuti pembelajaran dengan sistem bergantian (shift) atau bahkan belajar di tenda darurat.
Kondisi ini, menurut Mu’ti, menjadi perhatian utama pemerintah. "Untuk Sumatra Barat dan Sumatra Utara, pembelajaran sudah berlangsung 100 persen. Hanya memang belum ideal. Pertama, ada yang memang masih menumpang di sekolah lain. Atau yang kedua, belajar di sekolah sendiri tetapi sistemnya shift. Jadi ada yang pagi, ada yang sore. Ada juga yang masih belajar di tenda," jelas Mu’ti dalam rapat kerja dengan Komisi X, Rabu (21/1), seperti dikutip chapnews.id. Pemerintah berupaya mempercepat pemulihan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal.

Sementara itu, di Aceh, Mu’ti menyebutkan bahwa pembelajaran sudah hampir pulih sepenuhnya, mencapai 95%. Namun, Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah yang paling terdampak dengan kerusakan parah pada fasilitas pendidikan.
Untuk mempercepat pemulihan di Aceh Tamiang, Mendikdasmen telah berkoordinasi dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. "Kami barusan tadi rapat dengan dengan KSAD untuk bisa bekerja sama percepatan penyelesaiannya, karena memang kondisi dan kerusakannya perlu perhatian dan juga perlu kerja sama lintas kementerian," pungkasnya.



