Ads - After Header

Chapnews – Nasional –

Ahmad Dewatara

Chapnews - Nasional -

Solusi Cerdas JK: Kayu Banjir Sumatra Jadi Peluang Emas!

Jakarta, Chapnews.id – Mantan Wakil Presiden RI ke-6 dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), melontarkan gagasan strategis agar tumpukan kayu gelondongan yang tersapu banjir bandang di beberapa wilayah Sumatra, termasuk Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat terdampak. Gagasan ini muncul saat JK meninjau langsung lokasi bencana di Kelurahan Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Chapnews - Nasional -
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

JK berharap kayu-kayu tersebut bisa menjadi solusi konkret bagi warga untuk membangun kembali hunian mereka yang hancur, serta memenuhi kebutuhan lainnya di tengah kesulitan pascabencana. "Kayu-kayu yang masih layak sebaiknya diamankan untuk bisa dimanfaatkan warga untuk membangun kembali rumah warga yang hancur hingga kebutuhan lainnya," ujar JK, dikutip dari Antara.

Dalam kunjungannya, JK menekankan pentingnya pemilahan material. Kayu yang masih memiliki kualitas baik dan layak pakai harus segera diamankan dari lokasi bencana. Material ini, menurut JK, berpotensi besar menjadi bahan baku utama untuk rekonstruksi rumah-rumah warga yang porak-poranda. Sementara itu, gelondongan kayu yang sudah tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan harus segera disingkirkan dan dibuang ke tempat yang lebih aman guna menghindari penumpukan dan potensi bahaya baru.

JK menyoroti bahwa banjir yang melanda wilayah Sumatra kali ini telah menimbulkan kerusakan infrastruktur dan lingkungan yang signifikan. Salah satu faktor pemicu kerusakan parah adalah banyaknya material kayu yang terbawa arus sungai, yang diindikasikan sebagai dampak dari perubahan lingkungan di bagian hulu. Ia mendesak agar penanganan masalah kayu ini tidak ditunda, terutama dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan, mengingat urgensi pemulihan pascabencana.

Mantan Wapres RI itu menegaskan bahwa penanganan tumpukan kayu harus dilakukan secara sistematis dan terencana. "Solusinya jelas, kayu-kayu ini harus dipotong dan diangkut. Yang bisa dimanfaatkan, manfaatkan. Yang tidak bisa, buang di tempat tertentu," kata JK, sebagaimana dilaporkan chapnews.id.

Potensi pemanfaatan kayu-kayu hasil pembersihan ini sangat beragam. Selain untuk bahan bangunan perumahan, material tersebut juga bisa diolah menjadi mebel, kursi, atau keperluan lain yang dibutuhkan masyarakat, tergantung pada kondisi dan kualitas kayunya. "Bisa untuk perumahan, bisa untuk media, kursi, macam-macam. Yang penting dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tidak semuanya dibuang agar masyarakat tidak semakin kesulitan," tambahnya.

JK juga menggarisbawahi pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta berbagai pihak terkait. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses penanganan pascabencana secara efektif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi momentum krusial untuk memperbaiki tata kelola lingkungan di masa mendatang.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer