Chapnews – Nasional – Banjir besar telah melanda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menyebabkan setidaknya 1.505 jiwa dari ratusan kepala keluarga terdampak. Bencana ini, yang terjadi pada Kamis (12/2) lalu, merendam tiga kecamatan vital di wilayah tersebut, memaksa sebagian warga untuk mengungsi demi keselamatan.
Menurut keterangan dari Hadi Eko, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, pemicu utama banjir adalah intensitas hujan yang sangat tinggi. Curah hujan ekstrem ini mengguyur kawasan hulu hingga hilir dalam waktu yang panjang, mengakibatkan debit air Sungai Cijangkelok dan Sungai Cisangarung meluap drastis, merendam area permukiman warga.

Tiga kecamatan yang paling merasakan dampak banjir ini adalah Pasaleman, Ciledug, dan Losari. Hadi Eko menambahkan, ketinggian genangan air bervariasi secara signifikan, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai puncaknya di 150 sentimeter. Desa Ciledug Wetan dilaporkan menjadi lokasi dengan genangan air tertinggi.
Data terbaru dari tim lapangan BPBD Kabupaten Cirebon menunjukkan bahwa total 485 kepala keluarga atau setara dengan 1.505 jiwa harus merasakan dampak langsung dari bencana ini. Sebanyak 150 jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan mereka saat air terus meninggi. Beruntungnya, tidak ada laporan mengenai korban luka maupun jiwa yang melayang akibat peristiwa banjir ini.
Tidak hanya permukiman warga, banjir juga menyebabkan 388 unit rumah di tiga desa terendam. Infrastruktur vital pun tak luput dari kerusakan. Sebuah tembok penahan tanah dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat derasnya arus air. Selain itu, satu jembatan dan satu ruas jalan utama juga ikut tergenang, mengganggu mobilitas dan akses masyarakat setempat.
Meskipun genangan air di beberapa lokasi dilaporkan mulai berangsur surut, Hadi Eko mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga penuh terhadap potensi banjir susulan. Tim gabungan dari BPBD, unsur kecamatan, aparat keamanan, dan relawan telah bergerak cepat melakukan evakuasi, kajian cepat, serta upaya penyedotan air di titik-titik terdampak untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.



