Ads - After Header

Deal Prabowo-Trump: Ribuan Produk RI Serbu AS Bebas Pajak!

Ahmad Dewatara

Deal Prabowo-Trump: Ribuan Produk RI Serbu AS Bebas Pajak!

Chapnews – Ekonomi – Sebuah terobosan signifikan dalam hubungan ekonomi bilateral terukir saat Indonesia dan Amerika Serikat (AS) secara resmi mengesahkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) pada Kamis (19/2/2026) waktu setempat. Kesepakatan bersejarah ini, yang ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump, akan membuka pintu bagi 1.819 produk unggulan Indonesia untuk masuk ke pasar Amerika tanpa dikenai tarif.

Meskipun ART menetapkan tarif resiprokal sebesar 19 persen, poin krusialnya adalah pemberian keistimewaan tarif hingga 0 persen bagi ribuan jenis produk andalan Indonesia. Perjanjian ini dijadwalkan akan mulai berlaku efektif dalam 90 hari ke depan, setelah rampungnya proses hukum dan konsultasi internal di masing-masing negara.

Deal Prabowo-Trump: Ribuan Produk RI Serbu AS Bebas Pajak!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa ART merupakan wujud komitmen kedua negara dalam mempererat kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. "Perjanjian bersejarah antara Amerika Serikat dan Republik Indonesia ini berisi tentang Perjanjian Perdagangan Timbal Balik," ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2026). Ia menambahkan, kedua pemimpin menyatakan kepuasan atas progres cepat dan berkelanjutan, serta menegaskan komitmen kuat untuk mengimplementasikan kesepakatan besar ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers virtual, menjelaskan bahwa penandatanganan ART dilakukan setelah pertemuan bilateral yang cukup intens antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump. "Pertemuan bilateral itu berjalan cukup lama, selama 30 menit sesudah kegiatan Board of Peace," ungkap Airlangga, menandai momen penting di balik kesepakatan ini.

Kesuksesan ini tidak lepas dari upaya diplomasi maraton yang digencarkan pemerintah Indonesia sejak April 2025. Tercatat, delegasi Indonesia telah melalui tujuh putaran perundingan dan lebih dari 19 kali pertemuan teknis dengan United States Trade Representative (USTR). Airlangga menambahkan bahwa ART Indonesia memiliki karakteristik unik dibandingkan perjanjian dagang lain, karena fokus murni pada kerja sama ekonomi tanpa menyentuh isu-isu sensitif. "Amerika Serikat sepakat untuk mencabut pasal-pasal yang tidak berkaitan dengan kerja sama ekonomi, ini yang membedakan ART kita dengan negara lain," tegas Airlangga, menyoroti kekhususan kesepakatan yang dicapai bersama Duta Besar Jameson-Greer dari USTR.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer