Ads - After Header

Diva Malaysia Siti Nurhaliza Guncang Aceh dengan Bantuan Kemanusiaan!

Ahmad Dewatara

Diva Malaysia Siti Nurhaliza Guncang Aceh dengan Bantuan Kemanusiaan!

Chapnews – Nasional – Banda Aceh – Solidaritas dari negeri jiran kembali mengalir deras untuk saudara-saudara di Aceh yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana hidrometeorologi parah. Kali ini, sorotan tertuju pada diva pop ternama Malaysia, Dato’ Sri Siti Nurhaliza, yang melalui yayasan miliknya, Nurjiwa, mengirimkan bantuan logistik skala besar. Tiga truk penuh bantuan kemanusiaan langsung didatangkan dari Malaysia, tiba di Aceh untuk meringankan beban ribuan korban banjir bandang dan tanah longsor.

Bantuan yang disalurkan oleh Yayasan Nurjiwa ini meliputi kebutuhan pokok yang sangat mendesak: beras, minyak goreng, pakaian pria dan wanita, selimut, biskuit, susu, popok bayi, air mineral, sarden, mi instan, hingga genset dan obat-obatan. Rozi Abdul Razak, Penasihat Yayasan Nurjiwa, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud keprihatinan mendalam dari Dato’ Sri Khalid Muhammad Jiwa dan Dato’ Sri Siti Nurhaliza Tarudin. "Bantuan dari Yayasan Nurjiwa serta para penyumbang ini adalah bentuk keprihatinan atas bencana yang menimpa saudara-saudara kami di Aceh. Sebagai negeri serumpun, kami tentu turut merasakan duka masyarakat Aceh," ujar Rozi saat menyerahkan bantuan kepada Marlina Muzakir, istri Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh, pada Rabu (17/12).

Diva Malaysia Siti Nurhaliza Guncang Aceh dengan Bantuan Kemanusiaan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Marlina Muzakir menjelaskan bahwa bantuan vital ini akan segera didistribusikan ke wilayah pedalaman Aceh Tamiang, khususnya Kampung Lubuk Sidup, yang menjadi salah satu titik terparah terdampak bencana. Lebih dari 200 rumah di kampung tersebut luluh lantak diterjang bandang, menyisakan puing dan tumpukan kayu gelondongan. "Hanya Masjid Nurussalam yang berdiri kokoh di antara gelondongan kayu sisa bandang," ungkap Marlina dengan nada prihatin. Ia bahkan mengajak Rozi Abdul Razak untuk turut serta menyalurkan bantuan langsung ke masyarakat di Lubuk Sidup, menyaksikan sendiri skala kehancuran yang terjadi. Keduanya terlihat terenyuh melihat kondisi Kampung Lubuk Sidup yang porak-poranda.

Ini bukanlah kali pertama Aceh menerima uluran tangan dari luar negeri. Sebelumnya, bantuan medis dan tim dokter telah datang dari Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia, serta dukungan logistik dari perusahaan multinasional Upland Resources yang beroperasi di Malaysia-Indonesia. Gubernur Aceh, Mualem, secara konsisten menyatakan sikap terbuka terhadap bantuan internasional, menekankan prinsip kemanusiaan sebagai landasan utama. "Pada prinsipnya kita ini kemanusiaan. Siapa saja yang menolong kita, tetap ikhlas kita terima. Siapa saja, di mana saja," tegas Mualem usai menerima bantuan dari Upland Resources di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Senin (15/12). Pemprov Aceh bahkan telah mengirim surat resmi kepada dua lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni UNDP dan UNICEF, untuk penanganan pascabencana.

Namun, sikap ini sedikit kontras dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki kapasitas dan sumber daya yang cukup untuk mengatasi penanggulangan pascabencana hidrometeorologi di Sumatra secara mandiri. "Saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Saya bilang terima kasih concern anda, kami mampu, Indonesia mampu mengatasi ini," ujarnya dalam sidang kabinet paripurna, Senin kemarin. Pemerintah pusat telah mengalokasikan tambahan dana taktis dari APBN, dengan Rp20 miliar untuk setiap provinsi terdampak dan Rp4 miliar untuk setiap kota/kabupaten.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra sejak akhir November lalu telah menelan korban jiwa mencapai 1059 orang per Rabu (17/12). Jumlah korban hilang kini tercatat 192 orang, sementara pengungsi mencapai 588.226 jiwa. Proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung, dengan beberapa daerah masih terisolasi aksesnya. Mualem sendiri telah memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh selama 14 hari, terhitung sejak 12 hingga 25 Desember 2025, mengingat penanganan bencana masih membutuhkan upaya intensif dan terkoordinasi. Wilayah paling parah terdampak meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Takengon, Beutong, dan Langsa. Bantuan yang disalurkan, baik dari dalam maupun luar negeri, diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer