Chapnews – Nasional – Pembangunan 1.500 unit hunian sementara (huntara) di Desa Sahraja, Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Timur, pascabencana banjir bandang akhir November lalu, kini dikebut dengan target rampung menjelang Idul Fitri mendatang. Proyek ambisius ini menjadi secercah harapan bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
Desa Sahraja tercatat sebagai salah satu wilayah yang paling parah terdampak terjangan banjir bandang yang melanda Aceh beberapa waktu lalu. Kini, upaya pemulihan bergerak cepat dengan dimulainya konstruksi huntara yang sangat dinantikan.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Pante Bidari, Muhammad Irwan, memastikan bahwa proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. "Kendalanya sejauh ini belum ada. Sudah mulai pembangunan," ujar Irwan pada Minggu (23/2), sebagaimana dikutip dari Antara.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sejumlah petak tanah telah diratakan dan disiapkan secara matang untuk fondasi unit-unit huntara. Selain itu, akses jalan menuju Desa Sahraja yang sebelumnya terhalang lumpur tebal, kini telah bersih dan dapat dilalui kendaraan. Upaya pembersihan ini merupakan hasil kerja keras TNI sejak awal bencana melanda.
"Sekarang kan sudah masuk tingkat pemulihan, seperti pembangunan huntara," tambah Irwan, menegaskan fokus pemerintah dan pihak terkait pada rehabilitasi pascabencana.
Namun, warga setempat, Rudi Jasa, dari Desa Sahraja, mengungkapkan adanya tantangan tersendiri. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan yang diberikan oleh relawan, pemerintah, dan berbagai pihak, namun mengakui pembangunan di desanya sedikit lebih lambat dibandingkan desa lain. "Alhamdulillah huntara sudah mulai (dibangun). Tempat kami lambat karena jauh dari perkotaan. Kalau hujan, kendala untuk bawa materialnya ke lokasi, makanya tempat kami paling lambat," jelas Rudi.
Rudi juga menginformasikan rencana relokasi bagi warga Dusun Sarah Gala ke lokasi yang lebih tinggi. Langkah ini diambil sebagai antisipasi dan perlindungan jangka panjang. "Karena kalau di sini (Dusun Sarah Gala) rawan banjir," pungkasnya, menyoroti pentingnya penempatan yang aman bagi masyarakat.



