Chapnews – Nasional – Pasar Tanah Abang, yang selama ini dikenal sebagai episentrum perdagangan tekstil dan pusat keramaian tak berkesudahan di Jakarta, menunjukkan sisi yang tak biasa di awal bulan suci Ramadan ini. Denyut nadi ekonomi yang biasanya bergemuruh dengan hiruk pikuk transaksi, tawar-menawar, dan lalu lalang ribuan orang, mendadak berhenti sejenak.
Pada Jumat pertama Ramadan, sebuah pemandangan langka terhampar di salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara ini. Bukan karena sepinya pembeli atau lesunya aktivitas ekonomi, melainkan karena panggilan suci ibadah. Ribuan pedagang, warga sekitar, dan bahkan sebagian pembeli yang tengah berburu kebutuhan Ramadan, serentak menghentikan segala aktivitas mereka.

Suara azan yang berkumandang dari masjid-masjid di sekitar Tanah Abang seolah menjadi komando universal yang menyatukan ribuan jiwa dalam kekhusyukan. Lorong-lorong pasar yang biasanya riuh rendah oleh obrolan, deru motor, dan aktivitas bongkar muat barang, kini digantikan oleh keheningan yang syahdu, diiringi lantunan doa dari mereka yang menunaikan Salat Jumat.
Momen ini menjadi potret indah ketaatan beragama yang terpancar jelas dari jantung kota Jakarta. Di tengah gemuruh duniawi dan tuntutan bisnis, spiritualitas mengambil alih, mengingatkan bahwa ada ruang untuk refleksi dan ibadah yang tak tergantikan. Pemandangan ini, yang berhasil diabadikan, menunjukkan sisi lain dari Tanah Abang yang tak hanya dikenal sebagai pusat bisnis, namun juga sebagai komunitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.


