Ads - After Header

Gebrakan BNPB! Dana Spanyol Siap Lindungi RI dari Bencana

Ahmad Dewatara

Gebrakan BNPB! Dana Spanyol Siap Lindungi RI dari Bencana

Chapnews – Nasional – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah strategis untuk memperkuat kesiapan mitigasi bencana di Indonesia. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengungkapkan bahwa Indonesia telah mengamankan pinjaman dana dari pemerintah Spanyol. Dana ini secara khusus dialokasikan untuk meningkatkan kemampuan mitigasi bencana pada tahun 2026, terutama dalam menghadapi ancaman hidrometeorologi.

Meskipun rincian nominal pinjaman tersebut belum diungkapkan secara detail, Suharyanto menegaskan bahwa inisiatif penting ini telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto. "Untuk tahun 2026, kami laporkan bahwa kami baru saja disetujui oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menerima pinjaman dari pemerintah Spanyol," jelas Suharyanto dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI yang digelar baru-baru ini.

Gebrakan BNPB! Dana Spanyol Siap Lindungi RI dari Bencana
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Fokus utama dari pinjaman ini, lanjut Suharyanto, adalah untuk mengoptimalkan kesiapan BNPB dalam menghadapi bencana hidrometeorologi basah. Kategori bencana ini mencakup banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang kerap melanda berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto juga memaparkan tantangan krusial yang dihadapi BNPB, yakni keterbatasan anggaran. Menurutnya, alokasi dana untuk upaya pencegahan dan mitigasi bencana dalam lima tahun terakhir terbilang sangat minim, hanya berkisar antara Rp17 miliar hingga Rp19 miliar per tahun.

"Anggaran pencegahan atau mitigasi bencana yang hanya berkisar Rp17-19 miliar per tahun ini relatif sangat terbatas. Ini menjadi tantangan dan kendala utama bagi kami," ungkap Suharyanto.

Menyikapi keterbatasan ini, BNPB tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Berbagai upaya proaktif terus dilakukan untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana, salah satunya dengan mencari sumber pendanaan dari pinjaman luar negeri. "Alhamdulillah, dalam lima tahun terakhir ini, beberapa pinjaman luar negeri telah disetujui untuk meningkatkan kemampuan BNPB dalam fase prabencana atau pencegahan," tambahnya.

Selain pinjaman luar negeri, BNPB juga memanfaatkan dana siap pakai. Dana ini merupakan alokasi anggaran yang dapat digunakan saat bencana telah terjadi dan suatu wilayah ditetapkan dalam status siaga atau tanggap darurat. Penggunaan dana siap pakai ini tidak hanya untuk pemulihan kondisi awal pascabencana, tetapi juga untuk membangun ketahanan daerah agar lebih siap menghadapi potensi bencana di tahun-tahun berikutnya.

Sebagai contoh konkret, Suharyanto menyebutkan penggunaan utang luar negeri sekitar Rp949 miliar yang telah dimanfaatkan untuk pemasangan alat peringatan dini gempa bumi dan tsunami. "Pinjaman luar negeri sejumlah Rp949.168.712.486 ini kami gunakan untuk membangun pusat pengendalian operasi dan sarana IT di 34 provinsi dan 34 kabupaten/kota, yang kemudian dihibahkan kepada pemerintah daerah," pungkasnya, menunjukkan komitmen BNPB dalam memperkuat infrastruktur mitigasi bencana di seluruh pelosok negeri.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer