Chapnews – Ekonomi – Badan Gizi Nasional (BGN) memasang target ambisius untuk mendirikan lebih dari 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2025. Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan hal ini dalam forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia 2025 yang berlangsung di Jakarta.
Fokus utama pembentukan SPPG ini adalah pemerataan akses layanan gizi. Dadan merinci, sebanyak 20.000 SPPG akan difokuskan di wilayah aglomerasi yang padat penduduk, sementara 4.700 SPPG lainnya akan menjangkau daerah-daerah terpencil yang selama ini sulit terakses layanan kesehatan dan gizi. Menurutnya, ekspansi SPPG ini harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sistem layanan gizi yang sudah ada.

Jika target pembentukan SPPG ini tercapai, Dadan optimis program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat diluncurkan secara serentak pada Januari 2026. Program ini berpotensi menjangkau 60 hingga 70 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Dadan menjelaskan, implementasi program MBG skala nasional ini akan membutuhkan anggaran yang signifikan. "Jika kita bisa membentuk SPPG sesuai target, maka di awal tahun kami akan melayani secara serentak antara 60-70 juta penerima manfaat. Dan itu akan menghabiskan anggaran Rp900 miliar per hari. Ketika nanti sudah mencapai 82,9 juta, maka satu hari Rp1,2 triliun," paparnya.



