Chapnews – Nasional – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan rencana kontroversial: pemuda yang mabuk-mabukan dan mengganggu investasi akan dikirim ke barak militer mulai Juni mendatang. Langkah tegas ini, menurutnya, dirancang untuk menciptakan kondusivitas lingkungan di Jawa Barat.
Program pendidikan kedisiplinan di barak militer ini akan dimulai setelah selesainya pelatihan bela negara. Sasarannya? Pemuda yang kerap membuat onar, meminum minuman keras, hingga mengganggu investasi dan aktivitas perekonomian. "Pemuda-pemuda dewasa nakal, yang mau jadi preman, tukang mabuk, tukang bikin onar, mengganggu pasar, mengganggu perempatan, mengganggu investasi, akan kami arahkan ke pendidikan bela negara di barak militer," tegas Dedi Mulyadi dalam rilis yang diterima chapnews.id, Sabtu (10/5).

Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jabar, Sapta Yulianto Dasuki, memastikan kesiapan instansinya. "Kita siapkan semuanya, termasuk pendataan calon peserta agar ada kepastian jumlah," ujarnya dalam rilis yang sama. Program ini tentu akan menjadi sorotan, mengingat pendekatan yang cukup keras terhadap masalah sosial tersebut. Langkah selanjutnya adalah bagaimana mekanisme seleksi dan pengawasan program ini agar berjalan efektif dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.



