Chapnews – Ekonomi – Kabar gembira bagi pengendara! Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU terpantau turun signifikan per 2 Juni 2025. Penurunan harga ini berlaku di berbagai merek, termasuk Pertamina, Shell, BP, dan Vivo. Penurunan harga BBM ini tentunya memberikan sedikit kelegaan di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Pertamina, misalnya, memangkas harga Pertamax sebesar Rp300 per liter, menjadi Rp12.100 per liter dari harga sebelumnya Rp12.400 per liter. Pertamax Turbo juga mengalami penurunan menjadi Rp13.050 per liter (sebelumnya Rp13.300 per liter). Dexlite dan Pertamina Dex pun ikut merasakan penurunan harga, masing-masing menjadi Rp12.740 per liter dan Rp13.200 per liter. Harga sebelumnya untuk Dexlite Rp13.350 per liter dan Pertamina Dex Rp13.750 per liter.

Tidak hanya Pertamina, Shell juga turut menurunkan harga BBM-nya. Shell Super kini dibanderol Rp12.370 per liter (dari Rp12.730 per liter), sementara V Power turun menjadi Rp12.840 per liter (dari Rp13.170 per liter). Hal senada juga dilakukan BP dengan menurunkan harga BP Ultimate menjadi Rp12.840 per liter (sebelumnya Rp13.170 per liter) dan BP 92 menjadi Rp12.370 per liter (dari Rp12.600 per liter).
Vivo juga ikut berpartisipasi dalam penurunan harga BBM. Vivo Revvo 90 kini dijual seharga Rp12.260 per liter (dari Rp12.550 per liter), dan Revvo 92 menjadi Rp12.340 per liter (dari Rp12.730 per liter). Pihak Vivo bahkan menambahkan informasi mengenai promo menarik yang ditawarkan bersamaan dengan penurunan harga ini.
Berikut daftar harga BBM terbaru di Jabodetabek per 2 Juni 2025:
Pertamina:
- Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.050 per liter
- Pertamax Green: Rp12.800 per liter
- Dexlite: Rp12.740 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.200 per liter
Shell:
- Super: Rp12.370 per liter
- V-Power: Rp12.840 per liter
BP:
- BP Ultimate: Rp12.840 per liter
- BP 92: Rp12.370 per liter
Vivo:
- Revvo 90: Rp12.260 per liter
- Revvo 92: Rp12.340 per liter
Catatan: Harga BBM dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia dan kebijakan pemerintah.



