Chapnews – Nasional – Partai Golkar menanggapi santai kekosongan kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pasca pencopotan Dito Ariotedjo oleh Presiden Prabowo Subianto. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhamad Sarmuji, menyatakan tak mempermasalahkan jika kursi Menpora diberikan kepada partai lain.
Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji saat dihubungi chapnews.id, Kamis (11/9). Ia menegaskan Golkar akan sepenuhnya menyerahkan keputusan pengisian posisi Menpora kepada Presiden. "Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden siapa yang akan mengisi posisi kementerian. Jika kami ditanya, kami akan memberi jawaban, dan jika diminta, kami akan memberikan kader terbaik," ujarnya.

Sarmuji enggan berkomentar lebih lanjut terkait komunikasi dengan Istana atau Presiden mengenai hal ini. Patut dicatat, Golkar telah menduduki kursi Menpora selama lima tahun terakhir, sejak 2019, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Zainuddin Amali menjabat dari Oktober 2019 hingga Maret 2023, kemudian digantikan oleh Dito Ariotedjo hingga September 2024.
Mensesneg Prasetyo sebelumnya menjelaskan penundaan pelantikan Menpora baru karena yang bersangkutan sedang berada di luar kota. Meskipun demikian, hingga empat hari setelahnya, posisi Menpora masih kosong. Istana juga belum mengumumkan siapa pengganti Dito. "Kedua, terkait Menpora, pengganti Menpora kebetulan sedang berada di luar kota sehingga tidak bisa mengikuti pelantikan pada sore hari ini dan akan dijadwalkan kembali di prosesi pelantikan berikutnya," jelas Mensesneg Prasetyo usai pelantikan, Senin (8/9).
Sementara itu, Presiden Prabowo meminta semua pihak bersabar menunggu pengumuman resmi terkait Menko Polkam dan Menpora. "Iya nanti tunggu, tunggu waktunya. Biar kalian ada semangat," kata Prabowo di SRMA 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9). Posisi Menko Polkam sendiri sebelumnya juga kosong setelah ditinggalkan Budi Gunawan.



