Chapnews – Nasional – Perjalanan kereta rel listrik (KRL) rute Tangerang-Jakarta mengalami kekacauan parah pada Jumat (20/2) pagi. Insiden mengerikan terjadi ketika Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) tertemper sebuah truk di perlintasan sebidang JPL 21, yang terletak antara lintas Rawa Buaya dan Batuceper, sekitar pukul 06.05 WIB. Akibat tabrakan ini, KA Bandara dilaporkan anjlok tak jauh dari Stasiun Poris, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten, menyebabkan gangguan signifikan pada seluruh operasional KRL di jalur tersebut.
Saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan bahwa kecelakaan bermula saat KA Bandara melintas di petak Poris-Batuceper dan menabrak truk yang berada di jalur rel. Foto-foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan rangkaian KA Bandara keluar dari jalurnya, mengindikasikan dampak yang cukup serius dari insiden tersebut. Kejadian ini sontak membuat perjalanan KRL lintas Duri-Tangerang terhenti total untuk sementara waktu.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera mengerahkan petugas untuk menangani dan mengamankan lokasi kejadian. Hingga pukul 06.32 WIB, proses pemeriksaan jalur masih berlangsung guna memastikan keamanan sebelum perjalanan kereta dapat dilanjutkan. Melalui akun X resminya, @CommuterLine, KAI mengonfirmasi adanya "gangguan operasional pada KA 806A Commuterline Bandara di antara Stasiun Poris-Batu Ceper imbas tertemper truk dan sedang ditangani petugas."
Sebagai respons cepat, KAI memberlakukan rekayasa pola operasi untuk sejumlah perjalanan KRL. Kereta rel listrik jurusan Duri-Tangerang kini hanya melayani rute hingga Stasiun Rawa Buaya, kemudian akan kembali menuju Duri. Sementara itu, seluruh pemberangkatan Commuterline dari Stasiun Tangerang terpaksa dibatalkan untuk sementara waktu. Demikian pula, operasional KA Bandara Soekarno-Hatta dihentikan total hingga proses evakuasi dan sterilisasi jalur selesai sepenuhnya.
Beberapa perjalanan yang terkena dampak rekayasa ini meliputi KA 1912A, 1914A, 1922A, dan 1924A (Duri-Tangerang) yang hanya sampai Rawa Buaya dan kembali sebagai KA 1921A, 1923A, 1931A, 1933A (Rawa Buaya-Duri). Untuk KA Bandara, perjalanan KA 803A (Basoetta-Duri) hanya sampai Batu Ceper dan kembali sebagai KA 818A (Batu Ceper-Basoetta), begitu pula KA 819A yang kembali sebagai KA 834A. Sejumlah perjalanan lain seperti PLB 810A, 811A, 804A, 817A, 820A, dan 833A juga dibatalkan.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah evakuasi seluruh penumpang Commuter Line Basoetta Nomor 806 dan petugas di lokasi. "Tidak ada korban dalam kejadian ini, seluruhnya aman dan sudah dievakuasi," ujar Karina dalam keterangan tertulis yang diterima chapnews.id.
Karina menambahkan, petugas gabungan dari KAI Commuter dan KAI Daop 1 Jakarta telah mengirimkan rangkaian kereta penolong ke lokasi untuk mempercepat proses evakuasi dan penanganan. Imbas insiden ini, perjalanan KRL rute Tangerang kini hanya beroperasi hingga Stasiun Rawa Buaya, sedangkan KA Bandara dari arah Bandara Soetta hanya sampai Stasiun Batuceper sebelum kembali ke bandara.
Bagi calon pengguna KA Bandara atau Commuter Line Basoetta yang berencana menuju bandara, KAI Commuter menyarankan untuk mencari alternatif transportasi lain. Pengguna yang telah membeli tiket KA Bandara dapat mengajukan pengembalian dana 100 persen di stasiun-stasiun pemberhentian Commuter Line Basoetta.



