Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Rabu, 12 Februari 2026, dengan performa yang kurang memuaskan. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini terpaksa ditutup di zona merah, melemah 0,31% ke level 8.265, mencerminkan sentimen bearish yang mendominasi pasar.
Meskipun dibuka dengan harapan di zona hijau pada level 8.317, pergerakan IHSG sepanjang hari menunjukkan volatilitas yang signifikan. Indeks sempat menyentuh titik tertinggi di 8.334 sebelum akhirnya berbalik arah dan menyentuh level terendah harian di 8.220, mengindikasikan tarik-menarik kuat antara pembeli dan penjual.

Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari itu tercatat cukup sibuk. Total volume perdagangan mencapai 39 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi harian yang fantastis sebesar Rp23,5 triliun. Frekuensi transaksi juga melonjak hingga 2,9 juta kali, sementara kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14,9 triliun.
Dominasi sentimen negatif terlihat jelas dari perbandingan jumlah saham. Sebanyak 401 saham harus rela parkir di zona merah, jauh melampaui 313 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan. Sementara itu, 244 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan berarti.
Koreksi IHSG ini tidak lepas dari tekanan yang dialami oleh sejumlah sektor utama. Sektor kesehatan menjadi yang paling terpukul dengan pelemahan signifikan 1,25%. Disusul oleh sektor siklikal yang tergerus 0,92%, non-siklikal 0,60%, dan infrastruktur 0,44%. Sektor energi juga tak luput dari koreksi 0,27%, keuangan 0,23%, serta teknologi yang turun tipis 0,12%.
Namun, di tengah tekanan, beberapa sektor mampu menunjukkan ketahanan dan bahkan mencatatkan performa positif. Sektor bahan baku menjadi bintang dengan lonjakan impresif 1,46%, diikuti oleh sektor properti yang menguat 0,94%. Sektor transportasi juga bergerak positif dengan kenaikan 0,44%, serta sektor industri yang tumbuh tipis 0,13%, memberikan sedikit harapan di tengah pasar yang lesu.



