Chapnews – Ekonomi – Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (23/1/2026), tergerus 41,17 poin atau 0,46 persen dan berakhir di level 8.951,01. Tekanan jual yang masif membuat mayoritas sektor saham tertekan.
Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 521 saham mengalami penurunan harga, berbanding terbalik dengan 200 saham yang berhasil menguat. Sementara itu, 237 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi yang terjadi mencapai Rp31,6 triliun dengan volume perdagangan 60,6 miliar saham.

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar juga ikut melemah 0,17 persen ke level 873. Sementara itu, indeks JII (0,01 persen ke 607), indeks IDX30 (0,15 persen ke 448), dan indeks MNC36 (0,38 persen ke 354) masih mampu mencatatkan kenaikan tipis.
Secara sektoral, mayoritas indeks sektor berada di zona merah, dipimpin oleh sektor energi, konsumer siklikal, konsumer non-siklikal, keuangan, properti, bahan baku, transportasi, industri, dan teknologi. Hanya sektor infrastruktur dan kesehatan yang mampu bertahan di zona hijau.
Di tengah koreksi IHSG, beberapa saham berhasil mencuri perhatian dengan mencatatkan kenaikan signifikan. Saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 34,57 persen ke Rp202, diikuti oleh PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang naik 24,91 persen ke Rp1.730, dan PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) yang melonjak 24,62 persen ke Rp324.
Namun, tidak semua saham bernasib baik. Saham PT Pakuan Tbk (UANG) menjadi top losers dengan penurunan 15 persen ke Rp6.375, disusul oleh PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang turun 14,95 persen ke Rp165, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang anjlok 14,85 persen ke Rp9.175. Penurunan tajam saham UANG dan PTRO menjadi sorotan utama di tengah pelemahan IHSG hari ini. Belum ada informasi resmi terkait penyebab penurunan signifikan kedua saham tersebut.



