Chapnews – Ekonomi – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup sesi perdagangan Rabu (4/2/2026) dengan kinerja positif, membukukan kenaikan signifikan sebesar 24,12 poin atau setara 0,30 persen, dan parkir di level 8.146. Penguatan ini menjadi sorotan di tengah dinamika pasar modal domestik yang penuh gejolak.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan aktivitas transaksi yang masif. Total nilai transaksi harian tercatat fantastis mencapai Rp25,38 triliun, diiringi volume perdagangan sebanyak 42,37 miliar saham. Frekuensi transaksi juga sangat tinggi, menyentuh angka 2,81 juta kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI secara keseluruhan kini berada di angka Rp14.705 triliun.

Kendati indeks secara agregat menunjukkan penguatan, sentimen pasar tidak sepenuhnya seragam. Tekanan jual justru masih terasa kuat, bahkan mendominasi pergerakan sebagian besar saham. Hal ini tercermin dari data 419 saham yang harus terkoreksi, berbanding terbalik dengan 309 saham yang berhasil menguat, dan 230 saham lainnya yang memilih stagnan tanpa perubahan berarti.
Melihat lebih dalam pada kinerja sektoral, pergerakan pasar memang menunjukkan variasi yang menarik. Sektor barang baku menjadi primadona dengan lonjakan tertinggi mencapai 3,32 persen. Tak ketinggalan, sektor keuangan turut berkontribusi positif dengan kenaikan 1,16 persen, disusul oleh sektor perindustrian yang menguat 0,72 persen, menandakan adanya minat investor pada segmen-segmen tertentu.
Namun, di sisi lain, beberapa sektor justru menjadi beban bagi pergerakan indeks. Sektor non-primer mengalami koreksi paling dalam, anjlok hingga 4,02 persen. Disusul oleh sektor infrastruktur yang melemah 2,41 persen, serta sektor energi yang juga harus rela kehilangan 1,16 persen dari nilainya. Dinamika sektoral ini mengindikasikan adanya pergeseran fokus dan kehati-hatian investor dalam memilih aset di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.


