Chapnews – Nasional – Tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, Rismon Hasiholan Sianipar, terlihat menyambangi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/3). Pertemuan ini terjadi sehari setelah Rismon menyampaikan permintaan maaf publik dan menarik kembali tudingannya terkait keaslian ijazah S1 Jokowi.
Rismon tiba di kompleks Istana Wapres sekitar pukul 09.55 WIB. Ketika awak media menanyakan maksud kedatangannya, Rismon hanya memberikan jawaban singkat dan diplomatis. "Silaturahmi saja lah," ujarnya.

Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka telah menyambut baik permintaan maaf yang disampaikan oleh Rismon. Melalui keterangan tertulis yang dirilis pada Kamis (12/3), Gibran menekankan semangat bulan Ramadhan sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan.
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," kata Gibran. Ia juga mengapresiasi sikap Rismon yang telah melakukan klarifikasi dan meninjau ulang pernyataan-pernyataan sebelumnya kepada publik. "Langkah tersebut menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi," imbuh Gibran.
Rismon Hasiholan Sianipar sendiri merupakan salah satu individu yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma (dikenal sebagai dr Tifa), Rismon sebelumnya menuding ijazah Jokowi palsu berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang mereka tuangkan dalam buku "Jokowi’s White Paper".
Namun, Rismon baru-baru ini menarik kembali tudingannya. Setelah melakukan penelitian lanjutan, ia menyatakan tidak menemukan kejanggalan pada ijazah S1 Presiden Joko Widodo dari Universitas Gadjah Mada (UGM). "Tidak ada manipulasi digital seperti yang saya simpulkan pada buku Jokowi’s White Paper. Artinya apa? Keasliannya terjaga," tegas Rismon usai diterima Presiden Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/3). Pertemuan Rismon dengan Gibran ini menandai babak baru dalam dinamika kasus yang sempat menyita perhatian publik tersebut.



