Ads - After Header

Indonesia Swasembada Energi? Bahlil Buka 110 Blok Migas!

Ahmad Dewatara

Indonesia Swasembada Energi? Bahlil Buka 110 Blok Migas!

Chapnews – Ekonomi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Dalam sebuah langkah strategis yang diharapkan dapat memangkas ketergantungan impor, pemerintah berencana membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru. Pernyataan ambisius ini disampaikan Bahlil di hadapan para pengusaha muda yang tergabung dalam Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (15/2/2026).

Bahlil menekankan bahwa kemandirian energi bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah misi krusial yang menuntut keberanian untuk mengambil langkah luar biasa dan terobosan nyata. Menurutnya, keberhasilan agenda swasembada ini sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara eksekusi cepat, pemanfaatan teknologi mutakhir, serta kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta.

Indonesia Swasembada Energi? Bahlil Buka 110 Blok Migas!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Teman-teman semua, jangan pernah bermimpi menjadi swasembada energi jika tidak melakukan terobosan," ujar Bahlil dengan lugas. Ia menambahkan, "Para importir justru mendapat manfaat dari ketidakmampuan kita mendorong swasembada." Pernyataan ini menjadi sindiran keras bagi pihak-pihak yang mungkin diuntungkan dari kondisi ketergantungan impor, sekaligus seruan untuk bertindak cepat dan inovatif.

Mantan Kepala BKPM itu menegaskan bahwa melepaskan diri dari belenggu impor membutuhkan inovasi teknologi dan keseriusan dalam implementasi. Ia mengingatkan bahwa terus bergantung pada pasokan luar negeri sama artinya dengan membiarkan pihak lain mengambil keuntungan dari kelemahan bangsa sendiri.

Lebih jauh, Bahlil membedah tantangan teknis yang mendesak di lapangan, salah satunya adalah kondisi sumur minyak bumi yang mayoritas sudah berusia lanjut. Kondisi ini mengakibatkan kapasitas produksi atau lifting migas menjadi tidak optimal. Ia memaparkan data bahwa dari total sekitar 39.000 hingga 40.000 sumur yang teridentifikasi, hanya sekitar 17.000 hingga 18.000 sumur yang masih aktif beroperasi. Sisanya, menurut Bahlil, "idle karena sudah tua."

Untuk mengatasi permasalahan ini, intervensi teknologi mutlak diperlukan. "Sumur-sumur tua ini mau tidak mau harus kita intervensi lewat teknologi. Nah, ini yang harus kita tangani," jelas Bahlil, menekankan bahwa pembaruan dan revitalisasi sumur-sumur tua merupakan kunci untuk mengoptimalkan potensi energi nasional. Dengan pembukaan 110 blok migas baru dan fokus pada inovasi teknologi, Indonesia siap melangkah menuju era kemandirian energi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Also Read

Bagikan:

Ahmad Dewatara

Ahmad Dewatara

kontributor di ChapNews yang berfokus pada liputan dan analisis Olahraga. Ia secara rutin menyajikan berita terkini, ulasan pertandingan, dan spekulasi transfer di dunia sepak bola global maupun nasional, memberikan pandangan yang tajam bagi para penggemar olahraga.

Tags

Tinggalkan komentar

Ads - Before Footer