Chapnews – Nasional – Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat mengantisipasi puncak banjir rob yang diprediksi terjadi hari ini, Jumat (5/12), di wilayah pesisir Jakarta. Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah menyiagakan ratusan pompa dan personel untuk meminimalkan dampak banjir.
Sekretaris SDA DKI Jakarta, Nugraharyadi, menyatakan bahwa langkah mitigasi meliputi penyediaan pompa pengendali banjir, baik yang stasioner maupun mobile, serta pengoperasian pintu air. Rumah pompa dan pintu air disiagakan di sejumlah titik rawan, termasuk Pintu Air Marina, Pompa/Polder Kali Asin, Pompa Ancol, dan lainnya.

Dinas SDA DKI Jakarta memiliki 609 unit pompa stasioner yang tersebar di 209 lokasi, serta 627 unit pompa mobile di lima kota administrasi. Pompa mobile akan digunakan untuk menjangkau area banjir atau genangan yang tidak terjangkau oleh pompa stasioner.
Selain itu, Pasukan Biru dari Dinas SDA juga disiagakan untuk memantau dan bergerak cepat jika terjadi banjir rob. Mereka akan memastikan kondisi lapangan tetap terkendali.
Nugraharyadi menambahkan bahwa pembangunan tanggul pengaman pantai NCICD Fase A telah dilakukan di delapan klaster, termasuk Kamal Muara, Muara Angke, dan Pluit. Tanggul mitigasi juga dibangun di kawasan Baywalk Pluit dan Dermaga Ujung Muara Angke sebagai solusi sementara.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah meminta seluruh jajaran Dinas SDA untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di titik-titik rawan banjir rob. Ia juga menyebutkan bahwa kombinasi air laut pasang dan curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko genangan.
Pramono juga menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan membantu menambal kebocoran tanggul laut di kawasan pesisir Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Langkah ini diambil mengingat puncak rob diprediksi terjadi pada Jumat pagi.



